Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

- Penulis Berita

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kapolres Halmahera Selatan (Halsel), AKBP Hendra Gunawan,

Foto: Kapolres Halmahera Selatan (Halsel), AKBP Hendra Gunawan,

HALSEL,Coretansatu.com — Desakan terhadap Kapolda Maluku Utara (Malut), Irjen Pol Arif Budiman, untuk segera mengevaluasi dan mencopot Kapolres Halmahera Selatan (Halsel), AKBP Hendra Gunawan, terus digaungkan. Desakan tersebut muncul lantaran aktivitas Pertambangan Emas Tanpa Izin (PETI) masi berlangsung tanpa adanya penindakan.

Pengurus Wilayah Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (PW SEMMI) Maluku Utara menilai, belum adanya langkah tegas dari Polres Halsel terhadap praktik PETI menimbulkan pertanyaan serius di tengah masyarakat.

Ketua PW SEMMI Malut, Sarjan H. Rivai, menyebut keberadaan PETI tidak hanya melanggar aturan, tetapi juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan serta ancaman keselamatan bagi para penambang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“PETI sudah jelas bertentangan dengan aturan dan berpotensi merusak lingkungan. Jika tidak ada penindakan dari Polres Halsel, tentu muncul dugaan kuat aktivitas tersebut sengaja dibiarkan,” tegas Sarjan.

Ia mengungkapkan, sejumlah titik PETI yang masih beroperasi di antaranya di Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, Desa Kusubibi, Kecamatan Bacan Barat, Desa Kaputusan, Kecamatan Bacan, serta Desa Kubung, Kecamatan Bacan Selatan. Bahkan, aktivitas PETI di Desa Kubung disebut masuk dalam kawasan Cagar Alam.

Menurut Sarjan, kondisi tersebut menjadi ujian serius bagi Kapolda Malut dalam menindaklanjuti instruksi Kapolri, Listyo Sigit Prabowo, terkait upaya pemberantasan aktivitas pertambangan ilegal.

“Jika Kapolda Malut tidak mengambil langkah evaluasi terhadap Kapolres Halsel, maka publik berhak mempertanyakan apakah aktivitas PETI ini berjalan tanpa pengawasan atau ada dugaan pembiaran berlangsung secara sistematis,” ujarnya.

Ia juga menyinggung peristiwa longsor di lokasi PETI Kusubibi yang telah menelan korban jiwa. Menurutnya, potensi bencana tersebut seharusnya menjadi alasan kuat bagi aparat untuk melakukan pencegahan sebelum jatuh korban berikutnya.

“Pencegahan itu tugas aparat. Jangan sampai setelah terjadi musibah baru semua pihak bergerak. Jika aktivitas ini terus dibiarkan, maka Kapolres Halsel harus bertanggung jawab secara moral atas lemahnya pencegahan,” katanya.

Tak hanya itu, PW SEMMI Malut juga menduga adanya pihak tertentu yang memperoleh keuntungan dari aktivitas PETI tersebut. Mereka menilai, lemahnya tindakan hukum terhadap praktik ilegal menimbulkan tanda tanya besar.

“Kami menduga ada kepentingan tertentu di balik maraknya PETI. Karena aktivitas berlangsung secara terbuka tetapi tidak kunjung ditertibkan tentu menjadi persoalan serius,” pungkas Sarjan.

Hingga berita ini diterbitkan, Polres Halmahera Selatan masih dalam upaya konfirmasi wartawan terkait aktivitas PETI di sejumlah lokasi tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan
LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate
Dinilai Mandul, GMNI Desak Kapolda Malut Turun Tangan Segel PETI di Halmahera Selatan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:43

Dinilai Mandul, GMNI Desak Kapolda Malut Turun Tangan Segel PETI di Halmahera Selatan

Berita Terbaru