Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

- Penulis Berita

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua DPD KNPI Kabupaten Halmahera Selatan, Sefnat tagaku

Foto: Ketua DPD KNPI Kabupaten Halmahera Selatan, Sefnat tagaku

HALSEL,Coretnsatu.com — Wacana tentang penjualan tanah di Desa Sumae, Kecamatan Bacan, yang dikait-kaitkan dengan PT. Harita Group, akhirnya ditanggapi oleh Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel).

Menurut investigasi yang dilakukan oleh KNPI Halsel, bahwa tanah yang diisi ke karung itu diambil dari permukaan yang hanya berkisar 5 cm untuk diolah dan dijadikan pupuk dan tidak ada kaitan dengan pihak Harita. Hal tersebut disampaikan lansung oleh Ketua DPD KNPI Halsel, Sefnat Tagaku.

“Kalau galian C itu tanah yang digali cukup dalam, tapi ini hanya dipermukaan berkisar 5 cm. Jadi pada persoalan ini tidak ada itu yang namanya galian C. Lalu apa kaitannya dengan Harita hingga disebut mencuri?”, ucap Ketua DPD KNPI Halsel itu yang belum lama ini dilantik, Kamis (25/6/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Lanjut Sefnat, “lagian pengambilan tanah di desa Sumae itu tidak memberikan dampak negatif bagi lingkungan. Bahkan yang menjual tanah itu adalah pemiliknya. Memang ada kesalahan dalam proses itu yang berkaitan izin. Tapi bukan persoalan pidana, ini hanya administrasi”, tambahnya.

Sementara itu, putera alumni Universitas Halmahera (Uniera) itu pun mengaku mengapresiasi kepada pihak Polres Halsel karena sudah memanggil dan turun TKP untuk memastikan persoalan tersebut. “Kami terus mendukung Polres Halsel untuk kerja-kerja dalam memastikan peristiwa hukum di daerah ini”, tandas Sefnat.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan
LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate
Dinilai Mandul, GMNI Desak Kapolda Malut Turun Tangan Segel PETI di Halmahera Selatan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:43

Dinilai Mandul, GMNI Desak Kapolda Malut Turun Tangan Segel PETI di Halmahera Selatan

Berita Terbaru