HALSEL,Coretansatu.com — Kebijakan pemerintah pusat terkait efisiensi anggaran sangat memberikan dampak terhadap pembangunan di seluruh wilayah Indonesia, secara khusus di Kabupaten Halmahera Selatan (Halsel), Provinsi Maluku Utara (Malut).
Dalam kondisi itu, pemerintah daerah diharapkan mampu berpikir subtansi untuk melihat kebutuhan prioritas masyarakat. Sayangnya, harapan itu pupus akibat ulah pemerintah daerah yang terkesan menghamburkan uang dalam menggelar kegiatan perayaan HUT Halsel ke-23 Tahun.
Hal tersebut disampaikan secara tegas oleh Ketua Dewan Pengurus Daerah Komite Nasional Pemuda Indonesia (DPD KNPI) Halsel, Sefnat Tagaku. Menurut Sefnat, ditengah tantangan pembangunan yang dihadapi hari ini oleh karena efisiensi, Pemda harus menjadikan momentum HUT sebagai refleksi, bukan seremonial.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Saya melihat, Pemda hari ini tidak mampu menjadikan momentum HUT ke-23 Halsel sebagai sebuah refleksi tentang perjalanan daerah hingga di titik ini. Justru, yang dilakukan hanyalah seremonial belaka yang jauh dari visi besar agro maritim sebagaimana dalam janji politik pada Pilkada kemarin”, Ucap Sefnat, Minggu (14/6/2026).
Ketua DPD KNPI Halsel itu pun mengaku kesal terhadap sikap pemerintah daerah yang tidak produktif dalam melihat kondisi masyarakat. Dia menilai, sejak pemerintahan Hasan Ali Bassam Kasuba berjalan, tidak ada konsep yang terealisasi dalam menjawab tantangan pembangunan yang dihadapi.
“Jika pemerintah saja sudah seperti ini, bagaimana kita mengharapkan rakyat akan diberdayakan dari segi ekonomi dan politik? Ini konyol. Dengan seperti ini, saya mengajak seluruh anak muda kita galang kesatuan untuk menggelar aksi unjuk rasa sebagai bentuk ketidakpercayaan terhadap pemerintah daerah yang mati rasa”, tutup Sefnat.
Editor : Admin Coretansatu.com








