Terungkap! Pemilik Cafe Dan Resto di Weda Diduga Vendor Katering Keracunan Buruh

- Penulis Berita

Senin, 11 Mei 2026 - 09:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: tersebut menampilkan situasi di dalam fasilitas medis, kemungkinan Puskesmas Sagea di Halmahera Tengah, di mana puluhan karyawan perusahaan tambang dirawat karena dugaan keracunan makanan

Foto: tersebut menampilkan situasi di dalam fasilitas medis, kemungkinan Puskesmas Sagea di Halmahera Tengah, di mana puluhan karyawan perusahaan tambang dirawat karena dugaan keracunan makanan

HALTENG, Coretansatu.com — Kasus dugaan keracunan makanan yang menimpa puluhan buruh PT Tempopres International Delivery (TID) dan PT Tempopres Mining Indonesia (TMI) di Weda Utara terus berkembang. Di tengah penanganan medis terhadap para pekerja, identitas vendor katering penyedia konsumsi mulai mengarah pada satu nama yang kini sedang ditelusuri lebih lanjut.

Berdasarkan informasi yang dihimpun media ini vendor katering yang diduga memasok makanan bagi para pekerja disebut-sebut dimiliki oleh seseorang yang juga memiliki usaha Cafe & Resto di kota Weda.

Meski begitu, informasi tersebut hingga kini masih dalam tahap penelusuran dan verifikasi. Media ini masih berupaya memastikan apakah sosok yang disebut-sebut tersebut benar merupakan pemilik vendor katering yang digunakan oleh PT TID dan PT TMI.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Selain menelusuri identitas pemilik vendor, media ini juga sedang mengumpulkan informasi terkait legalitas usaha, pola distribusi makanan, hingga standar pengolahan konsumsi yang diberikan kepada para pekerja di kawasan tambang Weda Utara.

Kasus ini sendiri menjadi perhatian serius setelah jumlah pekerja yang mengalami gejala diduga keracunan mencapai puluhan orang. Sebagian sempat dinyatakan pulih, namun beberapa pekerja kembali mengalami diare dan harus mendapatkan penanganan medis lanjutan di Puskesmas.

Komisi I DPRD Halmahera Tengah sebelumnya juga telah mendatangi pihak PT Tempopres untuk meminta penjelasan terkait penyebab kejadian yang disebut bukan pertama kali terjadi.

“Perlu dijelaskan secara detail apa penyebab keracunan ini, apalagi ini sudah terjadi untuk kedua kalinya. Kami juga meminta adanya langkah konkret dari pihak perusahaan agar kejadian serupa tidak terulang kembali,” ujar Wakil Ketua DPRD Halmahera Tengah, Munadi Kilkoda.

Sementara itu, Ketua Komisi I DPRD Halmahera Tengah, Asrul Alting, menyampaikan bahwa keselamatan pekerja harus menjadi perhatian utama seluruh pihak yang terlibat dalam aktivitas industri di Halmahera Tengah.

Hingga berita ini dipublish, pihak PT TID dan PT TMI belum memberikan jawaban resmi terkait identitas vendor katering maupun hasil evaluasi internal atas insiden tersebut. Media ini juga masih berupaya memperoleh konfirmasi langsung dari pihak yang diduga sebagai pemilik vendor katering dimaksud.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terbaru