Tolak Kunjungan Mentri ESDM Bahlil Lahadalia, GPM Sorot Legalitas Tambang Milik Gubernur Malut

- Penulis Berita

Sabtu, 11 April 2026 - 16:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

Foto: Menteri ESDM Bahlil Lahadalia

TERNATE,Coretansatu.com – Rencana kunjungan Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Bahlil Lahadalia, ke Maluku Utara menuai penolakan keras dari elemen pemuda dan mahasiswa. Kunjungan yang dijadwalkan pada Minggu, 12 April 2026, dalam rangka menghadiri Musyawarah Daerah (Musda) DPD I Partai Golkar Maluku Utara ini dianggap tidak tepat di tengah tumpukan persoalan pertambangan yang belum terselesaikan.

Salah satu yang menyatakan sikap tegas adalah Dewan Pimpinan Daerah (DPD) Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM) Maluku Utara. Mereka menolak kehadiran menteri yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Partai Golkar tersebut.

Ketua DPD GPM Maluku Utara, Sartono Halek, dalam keterangan pers yang dirilis Sabtu (11/04/2026), menegaskan bahwa penolakan ini merupakan bentuk keresahan mendalam masyarakat, khususnya generasi muda, terhadap berbagai persoalan di sektor tambang.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Penolakan ini bukan tanpa alasan. Ini bentuk keprihatinan kami atas masalah izin usaha pertambangan, kerusakan lingkungan, hingga konflik lahan yang hingga kini belum ada titik terang,” ujar Sartono.

Menurutnya, kehadiran Menteri ESDM seharusnya tidak hanya sekadar agenda seremonial politik, tetapi menjadi momentum untuk menghadirkan solusi nyata atas persoalan yang semakin kompleks di daerah tersebut.

Dalam kesempatan itu, GPM secara khusus menyoroti maraknya perusahaan tambang yang diduga beroperasi tanpa kelengkapan dokumen resmi. Salah satu yang menjadi sorotan tajam adalah aktivitas pertambangan PT Karya Wijaya, milik Gubernur Maluku Utara, Sherly Laos, termasuk pembangunan jetty yang disebut tidak memiliki izin yang sah.

“Kami soroti juga perusahaan milik Gubernur, PT Karya Wijaya, yang diduga beroperasi dan membangun fasilitas tanpa izin lengkap,” tegasnya.

Selain itu, Sartono mengungkapkan bahwa sejumlah perusahaan tambang di wilayah ini pernah ditemukan bermasalah oleh Satuan Tugas Penertiban Kawasan Hutan (Satgas PKH) dan telah dikenakan sanksi denda. Namun, hingga saat ini, realisasi pembayaran denda tersebut dinilai tidak transparan dan tidak bisa diakses publik.

“Kami mempertanyakan kejelasan pembayaran denda yang seharusnya menjadi bentuk akuntabilitas. Informasi ini harus dibuka secara terbuka,” tambahnya.

DPD GPM Maluku Utara pun mendesak agar pemerintah dan pihak terkait membuka seluas-luasnya informasi tersebut, sekaligus memastikan penegakan hukum berjalan adil dan transparan, tanpa pandang bulu, di sektor pertambangan Maluku Utara.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terbaru