Marwah Polri Tercoreng? Oknum Polisi di Halteng Diduga Terlibat Bisnis Galian C Ilegal!

- Penulis Berita

Sabtu, 28 Maret 2026 - 15:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

HALTENG,Coretansatu.com —Di tengah seruan Kapolda Maluku Utara Irjen Pol. Waris Agono agar seluruh personel Polri menjaga integritas institusi dan kepercayaan publik, instruksi tersebut tampaknya diabaikan oleh oknum anggota Polres Halmahera Tengah berinisial IPTU RM.

Alih-alih menjaga marwah institusi, IPTU RM justru diduga mengendalikan aktivitas galian C yang menghasilkan batu dan tanah sirtu di Desa Loleo, Kecamatan Weda Selatan, Kabupaten Halmahera Tengah. Pantauan di lokasi menunjukkan aktivitas tersebut masih berlangsung aktif, dengan material yang diperjualbelikan dengan harga berbeda-beda.

“Kalau batu dijual ke proyek, per dump truck harganya satu juta rupiah, sementara ke masyarakat delapan ratus ribu. Untuk tanah sirtu, per dump sekitar seratus ribu,” ujar RM saat ditemui wartawan pada Sabtu (28/03/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, usaha galian tersebut berbadan hukum dengan nama CV Milda Cendrawasih yang terdaftar atas nama istrinya. “Saya sendiri urus administrasinya. Izin sebagian besar sudah lengkap,” katanya, meskipun tidak menjelaskan secara rinci perizinan dari dinas mana saja yang telah dimiliki.

Pendataan di lokasi juga menemukan tidak ada papan informasi perusahaan yang biasanya dipasang oleh pemegang izin resmi sebagai bentuk transparansi kepada publik. Saat ini, Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Provinsi Maluku Utara masih dalam proses konfirmasi untuk memastikan status legalitas aktivitas galian C tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi
Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan
Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang
Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup
Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi
Langkah Tegas Satgas PKH Dipertanyakan, Ada ‘Pengecualian’ untuk PT Smart Marsindo
Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa
Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Berita Terkait

Minggu, 19 April 2026 - 14:47

Begini Pesan Ketum di Muscab PKB Halsel: Kader Harus Peka Dampak Ekonomi dan Hadirkan Solusi

Minggu, 19 April 2026 - 09:03

Muscab PKB Halteng: Mutiara Tekankan Loyalitas, 3 Nama Calon Ketua Resmi Diusulkan

Minggu, 19 April 2026 - 08:15

Komitmen Harita Nickel Kembangkan Talenta Lokal, 10 Pemuda Obi Jadi Mekanik Tambang

Sabtu, 18 April 2026 - 14:59

Tambang Ilegal Doko Jadi Sarang Miras dan Judi, BARAH Desak Polda Malut Segera Tutup

Sabtu, 18 April 2026 - 03:14

Polisi Dalami Temuan Mayat di Kawasi, Masyarakat Diminta Tidak Berspekulasi

Jumat, 17 April 2026 - 08:12

Karyawan PT. BTG Asal Papua Barat di Temukan Tak Bernyawa

Jumat, 17 April 2026 - 07:40

Kantongi Bukti Kuat, KNPI Halsel Sebut Polemik Lahan Alimusu Sudah Selesai

Jumat, 17 April 2026 - 03:29

Pangkalan Amigo Diduga Jual Mitan di Atas HET, Warga Payahe Desak Disperindag Turun Tangan

Berita Terbaru