Pertamax Menghilang Di Halteng, Warga Tercekik Harga Selangit hingga Rp60 Ribu Per Liter

- Penulis Berita

Jumat, 27 Maret 2026 - 07:10

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

HALTENG,Coretansatu.com – Kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis Pertamax di Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng) semakin memprihatinkan. Dalam beberapa hari terakhir, pasokan Pertamax dilaporkan nyaris tidak tersedia di sejumlah titik penyaluran resmi, sehingga memicu keresahan di kalangan masyarakat, khususnya para pengendara yang sangat bergantung pada BBM tersebut.

Kondisi ini membuat para pengendara terpaksa mencari alternatif lain demi tetap bisa menjalankan aktivitas sehari-hari. Namun ironisnya, sebagian masyarakat justru harus membeli Pertamax dari para pengecer dengan harga yang melonjak sangat tinggi dan jauh di atas harga resmi yang ditetapkan pemerintah.

Berdasarkan penelusuran media ini di lapangan, sejumlah pengecer diduga memanfaatkan situasi kelangkaan tersebut dengan menjual Pertamax kepada masyarakat dengan harga berkisar antara Rp50 ribu hingga Rp60 ribu per liter. Harga yang tidak masuk akal ini tetap dibeli oleh warga karena tidak adanya pilihan lain.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sejumlah pengendara mengaku terpaksa membeli BBM dari pengecer meski harus merogoh kocek lebih dalam. Bagi mereka, kendaraan merupakan alat utama untuk bekerja dan memenuhi kebutuhan keluarga, sehingga mahalnya harga BBM tidak lagi menjadi pilihan, melainkan keterpaksaan.

Kelangkaan Pertamax ini juga berdampak langsung pada aktivitas ekonomi masyarakat. Para pekerja lapangan, pengemudi ojek, hingga pelaku usaha kecil mengeluhkan kondisi tersebut karena biaya operasional mereka meningkat drastis akibat tingginya harga BBM di tingkat pengecer.

Situasi ini menimbulkan pertanyaan besar di tengah masyarakat terkait distribusi BBM di wilayah Halmahera Tengah. Warga menilai perlu adanya pengawasan ketat terhadap jalur distribusi agar tidak terjadi permainan yang merugikan masyarakat luas.

Selain itu, masyarakat juga berharap pemerintah daerah bersama pihak terkait segera turun tangan untuk memastikan ketersediaan Pertamax kembali normal. Tanpa langkah cepat, kelangkaan ini dikhawatirkan akan terus berlanjut dan memperburuk kondisi ekonomi warga.

Sementara itu, warga meminta agar pihak berwenang, termasuk instansi pengawas dan aparat penegak hukum, melakukan penelusuran terhadap kemungkinan adanya penimbunan atau praktik distribusi tidak wajar yang menyebabkan Pertamax sulit didapatkan di pasaran.

Jika kondisi ini terus dibiarkan, bukan tidak mungkin keresahan masyarakat akan semakin meningkat. Oleh karena itu, langkah tegas dan cepat dari pihak terkait sangat dinantikan agar pasokan Pertamax di Halmahera Tengah kembali stabil dan masyarakat tidak lagi dipaksa membeli BBM dengan harga yang mencekik.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan
Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran
BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri
Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat
Pekerjaan Rumah Pemkab Halteng: Pengusaha THM Mengaku Buta Aturan
BARAH Puji Sinergi Polsek Mafa Amankan Barang Bukti Kayu
Imunitas yang Diamputasi: Menakar Batas Bicara Anggota Dewan
Sambut HUT ke-81 RI, PT IMM Salurkan Bantuan untuk Turnamen Pemdes Cup Perdana Di Desa Yaba

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:32

Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:28

Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:35

BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:53

Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:28

Pekerjaan Rumah Pemkab Halteng: Pengusaha THM Mengaku Buta Aturan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:30

Imunitas yang Diamputasi: Menakar Batas Bicara Anggota Dewan

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:17

Sambut HUT ke-81 RI, PT IMM Salurkan Bantuan untuk Turnamen Pemdes Cup Perdana Di Desa Yaba

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:45

59 Napi Lapas Labuha Diusulkan Mendapatkan Remisi, Mayoritas Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru