Nasib Tragis Tukang RLH Halmahera Tengah: Terlantar 4 Bulan, Upah Puluhan Juta Diduga Raib

- Penulis Berita

Senin, 2 Maret 2026 - 16:37

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

HALTENG,Coretansatu.com – Sejumlah tukang bangunan yang mengerjakan proyek Bantuan Rumah Layak Huni (RLH) di bawah naungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Halmahera Tengah mengaku belum menerima upah kerja mereka. Akibatnya, para pekerja asal Halmahera Selatan terpaksa bertahan di Weda selama hampir empat bulan tanpa kepastian apapun.

“Kami hanya pekerja biasa. Jangan diperlakukan seperti ini,” ujar Aka, koordinator para tukang, pada Selasa (03/03/2026).

Para tukang tersebut telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaan tujuh unit rumah RLH di Desa Fidijaya, kawasan SP3 belakang Koramil Weda. Pekerjaan awalnya dilakukan berdasarkan koordinasi langsung dengan seorang wanita bernama Ida, yang disebut sebagai kontraktor sekaligus pengendali anggaran proyek.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, setelah beberapa bulan berjalan, proyek tersebut tiba-tiba dialihkan secara sepihak kepada pihak lain. Para pekerja yang telah mengerjakan fondasi, dinding, plester, hingga atap, justru ditinggalkan tanpa kejelasan pembayaran.

“Selama bekerja, bahan bangunan juga sering terlambat sehingga pekerjaan tidak berjalan lancar. Setelah tenaga kami dipakai, kami seperti ditinggalkan begitu saja,” ungkap Aka.

Upah yang belum dibayarkan ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Hingga kini, Ida disebut tidak lagi merespons komunikasi apapun dan diduga menghindari tanggung jawab.

“Kami hanya ingin bertemu untuk menyelesaikan hak kami. Akan tetapi, Ibu Ida seolah menghindari kami dan enggan merespons pesan maupun panggilan WhatsApp,” tambahnya.

Dalam kondisi terdesak, para tukang berharap mendapatkan perhatian langsung dari Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangaji. Mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten tidak menutup mata dan mendorong Dinas Perkim untuk bertanggung jawab menyelesaikan persoalan ini.

“Kami mohon bantuan Bupati agar upah kami bisa segera dibayarkan,” pinta Aka.

Diketahui, proyek RLH yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 ini melekat pada Dinas Perkim Halmahera Tengah. Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Abdullah Yusuf masih dalam proses konfirmasi kepada wartawan, dan Ida hingga kini belum memberikan tanggapan apapun.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terbaru