Geger! Wakapolres Ternate Gerebek Anak Buah Mesum di Parkiran Markas Sendiri

- Penulis Berita

Selasa, 24 Februari 2026 - 16:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

TERNATE,Coretansatu.com– Dugaan pelanggaran kode etik mencuat di lingkungan Kepolisian Daerah Maluku Utara. Dua oknum anggota Polri yang bertugas di Polres Ternate diduga melakukan hubungan tidak pantas meskipun masing-masing telah memiliki pasangan suami istri.

Peristiwa tersebut terjadi pada Selasa (10/2/2026) di lingkungan Markas Komando Polres Ternate. Kejadian terungkap saat Wakapolres Ternate hendak melaksanakan olahraga rutin pada Rabu (25/2/2026), ketika melintas di belakang gedung Sentra Pelayanan Kepolisian Terpadu (SPKT).

Wakapolres merasa curiga melihat sebuah mobil yang berulang kali mondar-mandir di area parkir belakang. Merasa ada kejanggalan, ia kemudian meminta bantuan anggota piket dan Kasatuan Profesi dan Kesejahteraan Anggota (Propam) Polres Ternate untuk melakukan pemeriksaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasil pengecekan menemukan dua anggota Polri di dalam kendaraan, yaitu Brigpol AI dari unsur Pengamanan Internal (Paminal) dan Brigpol RK, seorang Polwan yang bertugas di satuan Intelijen. Keduanya diduga melakukan tindakan yang tidak pantas dan bertentangan dengan kode etik profesi Polri.

Situasi sempat tegang ketika Brigpol AI disebut mencoba melarikan diri dengan mengendarai mobil secara tidak terkendali hingga hampir mengenai anggota Propam yang ada di lokasi, sebelum akhirnya upayanya berhasil dihentikan.

Diketahui, kedua oknum tersebut telah berkeluarga. Brigpol RK bahkan baru saja melahirkan, sementara istri sah Brigpol AI dikabarkan tengah mengandung.

Pasca kejadian, pimpinan Polres Ternate mengambil langkah administratif dengan memutasikan Brigpol AI ke Polsek Pulau Moti dan Brigpol RK ke Satuan Samapta Polres Ternate. Namun sumber internal menegaskan bahwa mutasi bukan merupakan sanksi etik dan tidak menghapus proses penegakan kode etik.

“Mutasi adalah langkah administratif, bukan sanksi etik. Dugaan pelanggaran tetap harus diproses sesuai mekanisme,” ujar sumber tersebut.

Menurut sumber, meskipun pemeriksaan awal dapat dilakukan oleh Propam Polres, untuk menjaga objektivitas, penanganan perkara ini seharusnya diambil alih oleh Propam Polda Maluku Utara, bahkan hingga membawa perkara ke Sidang Komisi Kode Etik Profesi Polri (KKEP).

“Jika perkara ini berhenti pada mutasi tanpa sidang etik, publik wajar mempertanyakan keseriusan pengawasan internal,” tambahnya.

Kapolda Maluku Utara, Irjen Pol Waris Agono, saat dimintai tanggapan melalui pesan WhatsApp menyatakan bahwa hal tersebut bersifat pribadi. “Ini aib orang, saudara muslimmu, jangan sampai jatuh gibah,” ujarnya singkat.

Sementara itu, Kapolres Ternate, AKBP Anita Ratna Yulianto, saat dikonfirmasi dua hari berturut-turut melalui pesan WhatsApp memilih tidak memberikan tanggapan. Hingga berita ini dipublikasikan, kedua oknum yang bersangkutan serta pihak Propam Polres Ternate dan Propam Polda Maluku Utara masih dalam upaya konfirmasi untuk mendapatkan keterangan resmi.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terbaru