HALTENG,Coretansatu.com – Jagat maya di Kabupaten Halmahera Tengah diguncang beredarnya sebuah video asusila yang diduga memperlihatkan tindakan rudapaksa yang dilakukan seorang ibu kos terhadap anak kosnya sendiri. Video tersebut viral di berbagai platform media sosial dan memicu kemarahan publik.
Informasi yang dihimpun dari sejumlah grup Facebook dan WhatsApp menyebutkan peristiwa itu diduga terjadi di salah satu rumah kos di kawasan Waebulen, Kecamatan Weda Tengah. Dalam narasi yang beredar, ibu kos tersebut disebut memaksa seorang anak kos laki-laki untuk melakukan hubungan badan.
Hal ini memantik reaksi keras warganet. Banyak pihak mengecam dugaan tindakan tersebut dan meminta aparat penegak hukum segera turun tangan untuk mengusut kebenaran informasi yang telah terlanjur menyebar luas.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Sejumlah komentar di media sosial turut memperkeruh suasana dengan spekulasi yang belum terverifikasi. Namun hingga kini, belum ada kepastian resmi mengenai kronologi kejadian maupun identitas pihak-pihak yang diduga terlibat.
Publik pun mendesak Polsek Weda Tengah agar segera melakukan penyelidikan mendalam. Masyarakat berharap aparat bertindak cepat untuk memastikan fakta sebenarnya sekaligus mencegah penyebaran informasi yang dapat merugikan pihak tertentu.
Kasus dugaan kekerasan seksual, terlebih yang melibatkan relasi kuasa seperti pemilik kos dan penghuni, dinilai sebagai persoalan serius yang harus ditangani secara profesional dan berkeadilan. Jika benar terjadi, tindakan tersebut merupakan pelanggaran hukum dan norma yang tidak bisa ditoleransi.
Di sisi lain, sejumlah tokoh masyarakat mengingatkan agar masyarakat tidak serta-merta menghakimi sebelum ada hasil penyelidikan resmi. Penyebaran video asusila tanpa proses hukum juga berpotensi melanggar aturan perundang-undangan.
Hingga berita ini diturunkan, belum ada keterangan resmi dari pihak kepolisian terkait kebenaran lokasi, identitas pelaku maupun korban, serta status hukum perkara tersebut. Aparat diharapkan segera memberikan klarifikasi untuk meredam spekulasi yang berkembang.
Masyarakat Weda Tengah kini menanti langkah tegas aparat penegak hukum. Kasus ini menjadi ujian bagi penegakan hukum di daerah, sekaligus pengingat bahwa setiap dugaan kekerasan seksual harus ditangani dengan serius, objektif, dan berpihak pada keadilan.
Editor : Editor_Coretansatu
Sumber Berita : Taslim Barakati








