Dua Tahun Berjalan, Proyek Pembangkit Listrik Tobelo Masih Dipertanyakan Anggaran Dan Progres

- Penulis Berita

Minggu, 4 Januari 2026 - 09:57

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Proyek Pembangkit Tobelo Package Gas Engine Power Plant di bawah naungan PT PLN (Persero)

Foto, Proyek Pembangkit Tobelo Package Gas Engine Power Plant di bawah naungan PT PLN (Persero)

HALUT,Coretansatu.com – Proyek Pembangkit Tobelo Package Gas Engine Power Plant di bawah naungan PT PLN (Persero) kini menuai sorotan tajam publik. Hingga memasuki tahun 2026, proyek strategis ketenagalistrikan tersebut belum juga rampung 100 persen, meski telah dikerjakan hampir dua tahun sejak kontrak ditandatangani, Minggu/04/01/2026.

Berdasarkan pantauan media ini, baliho proyek yang terpasang di lokasi, tertera bahwa proyek ini berada di bawah PT PLN (Persero) melalui Unit Induk Pembangunan (UIP) Maluku Papua dan Unit Pelaksana Proyek (UPP) Maluku Utara. Namun ironisnya, baliho resmi tersebut tidak mencantumkan nilai atau volume anggaran proyek, sebuah informasi krusial yang seharusnya diketahui publik.

Dalam papan informasi proyek tertulis bahwa pelaksanaan pekerjaan dilakukan oleh Konsorsium PT Adhi Karya (Persero) Tbk – KEPCO E&C Inc, dengan sumber dana dari APLN. Kontrak tercatat mulai 10 November 2023, dengan tanggal SPMK 5 Desember 2023, serta waktu pelaksanaan selama 450 hari. Fakta ini menimbulkan pertanyaan besar, mengapa hingga dua tahun berjalan proyek belum juga tuntas?.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Foto, papan proyek pembangkit listrik di Tobelo

Ketiadaan informasi anggaran pada baliho proyek memperkuat dugaan adanya ketertutupan informasi publik. Padahal, proyek pembangkit listrik berskala besar yang dibiayai negara wajib mematuhi prinsip transparansi dan akuntabilitas, sebagaimana diamanatkan dalam regulasi pengadaan barang dan jasa pemerintah.

Lebih jauh, simpang siurnya informasi mengenai besaran anggaran proyek Pembangkit Tobelo menimbulkan keresahan serius di kalangan masyarakat. Tidak sedikit pihak mempertanyakan apakah proyek ini mengalami pembengkakan biaya, perubahan kontrak, atau kendala teknis yang tidak pernah disampaikan secara terbuka.

Sementara di lapangan, kondisi proyek dinilai tidak sebanding dengan lamanya waktu pengerjaan. Progres fisik yang belum maksimal memicu spekulasi publik terkait pengawasan internal PLN, peran konsorsium pelaksana, hingga potensi lemahnya pengendalian proyek strategis nasional di wilayah Maluku Utara.

Sebagaimana proyek tersebut di kategorikan sebagai proyek vital yang diharapkan menopang pasokan listrik di Halmahera Utara dan sekitarnya, keterlambatan ini jelas berdampak langsung pada masyarakat. Ketergantungan terhadap pembangkit lama dan ketidakpastian energi menjadi konsekuensi nyata dari proyek yang tak kunjung rampung.

Hingga berita ini diturunkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak PT PLN (Persero), walupun awak media sudah mencoba konfirmasi melalui via WhatsApp terkait alasan keterlambatan penyelesaian proyek maupun kepastian nilai anggaran yang digelontorkan, namun belum mendapatkan tanggapan balik dari Manager PT Adhi Karya (Persero) Tbk – KEPCO E&C Inc.

Dengan adanya problem tersebut, publik mendesak agar aparat pengawas internal, auditor negara, serta lembaga penegak hukum turun tangan menelusuri proyek ini. Transparansi anggaran dan kejelasan progres dinilai mutlak, agar proyek Pembangkit Tobelo tidak berubah menjadi monumen pemborosan dan kegagalan pengelolaan uang negara.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel
Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas
Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:27

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:28

Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Maluku Utara

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Jun 2026 - 06:27