BBM Tanpa Jejak Di Morotai: Tangki Diduga Tanpa GPS, Alur Gelap Dari Kapal Tanker Menganga

- Penulis Berita

Minggu, 28 Desember 2025 - 06:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Mobil Pengangkut BBM di Morotai Yang diduga tidak Dilengkapi GPS

Foto, Mobil Pengangkut BBM di Morotai Yang diduga tidak Dilengkapi GPS

Morotai,Coretansatu.com – Dugaan praktik tak beres dalam distribusi Bahan Bakar Minyak (BBM) di Kabupaten Pulau Morotai kembali mencuat. Mobil tangki pengangkut BBM diduga kuat beroperasi tanpa dilengkapi Global Positioning System (GPS), perangkat vital yang seharusnya menjadi alat kontrol dan pengawasan distribusi energi negara, Minggu/28/12/2025.

Ketiadaan GPS pada armada pengangkut BBM tersebut memantik kecurigaan publik. Tanpa sistem pelacakan, pergerakan mobil tangki menjadi sulit diawasi, membuka celah besar bagi dugaan penyimpangan jalur distribusi, pengurangan volume, hingga potensi penyelewengan BBM di tengah jalan.

Kecurigaan kian menguat lantaran BBM yang diturunkan dari kapal tanker disebut-sebut tidak memiliki penampung utama (storage) yang jelas sebelum disalurkan ke Pertamina maupun pihak lain. Skema distribusi tanpa simpul pengendali ini dinilai janggal dan bertentangan dengan prinsip tata kelola distribusi yang transparan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mirisnya lagi, Mobil pengangkut BBM yang diduga tidak di lengkapi deng alat GPS tersebut, sering kali terpantau oleh masyarakat Morotai, yang tiba-tiba saja berhenti di persimpangan jalan dengan kondisi Masi ada muatan BMM yang tidak di ketahui Jelas masyarakat, BBM tersebut di kemanakan.

Bukan hanya itu, sejumlah pihak menilai, absennya penampung utama membuat arus BBM rawan “menghilang” sebelum tercatat secara resmi. Situasi ini memunculkan dugaan adanya permainan kotor yang terstruktur, mulai dari titik bongkar kapal tanker hingga proses pengangkutan darat.

Publik mempertanyakan peran dan fungsi pengawasan dari instansi terkait. Sebab, dalam sistem distribusi BBM, GPS bukan sekadar pelengkap, melainkan alat wajib untuk memastikan akuntabilitas, mencegah kebocoran, dan menjamin BBM sampai ke tujuan sesuai kuota.

Jika dugaan ini benar, maka yang dirugikan bukan hanya negara, tetapi juga masyarakat Morotai yang berhak atas distribusi BBM yang adil dan stabil. Kelangkaan dan lonjakan harga di lapangan kerap menjadi dampak nyata dari distribusi yang tidak transparan.

Desakan pun menguat agar aparat penegak hukum dan lembaga pengawas segera turun tangan. Audit menyeluruh terhadap armada mobil tangki, sistem distribusi dari kapal tanker, serta legalitas fasilitas penampungan dinilai mendesak untuk mengurai benang kusut persoalan ini.

Selain penegakan hukum, publik juga menuntut klarifikasi terbuka dari pihak Pertamina dan perusahaan pengangkut BBM terkait. Transparansi dinilai menjadi kunci untuk memulihkan kepercayaan masyarakat yang kini tergerus oleh berbagai dugaan tersebut.

Kasus dugaan mobil tangki tanpa GPS dan alur distribusi BBM tanpa penampung utama ini menjadi alaram keras bagi tata kelola energi di daerah kepulauan. Jika dibiarkan, Morotai berpotensi menjadi ladang empuk praktik gelap yang menggerogoti hak rakyat dan keuangan negara.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Kasus Tambang Ilegal Obi Masuk Tahap II, Ratusan Karung Material Emas Diserahkan ke Jaksa
Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore
Kapolresta Tidore Sebut Arahan Kapolda Malut Jadi Pedoman dan Motivasi Personel di Lapangan
Pilkada Halsel 2031: Menguji Identitas Politik Ananta Risky di Bawah Bayang-Bayang Nama Besar Usman Sidik
Lakukan Maladministrasi, GMNI Minta Bupati Halsel Copot Kades Kaputusan
Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan
Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran
BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:31

Kasus Tambang Ilegal Obi Masuk Tahap II, Ratusan Karung Material Emas Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:46

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:18

Kapolresta Tidore Sebut Arahan Kapolda Malut Jadi Pedoman dan Motivasi Personel di Lapangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:35

Pilkada Halsel 2031: Menguji Identitas Politik Ananta Risky di Bawah Bayang-Bayang Nama Besar Usman Sidik

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:32

Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:28

Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:35

BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:53

Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat

Berita Terbaru

Maluku Utara

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore

Kamis, 13 Agu 2026 - 11:46