Kasus DBH Kawasi Mandek, IMM Malut Desak Irjen Pol Drs. Waris Angono Mundur Dari Jabatan Kapolda

- Penulis Berita

Kamis, 11 Desember 2025 - 13:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto : Tuntutan DPD IMM Maluku Utara

Foto : Tuntutan DPD IMM Maluku Utara

Maluku Utara,Coretansatu.com – Polemik dana bagi hasil (DBH) Desa Kawasi, Kecamatan Obi, Kab. Halmahera Selatan, kembali memanas setelah Dewan Pimpinan Daerah Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (DPD IMM) Maluku Utara memastikan akan menggelar aksi besar pada Senin (15/12/2025). Aksi ini menyoroti mandeknya penanganan kasus DBH yang selama berbulan-bulan tidak menunjukkan perkembangan,Kamis,11/12/2025.

DPD IMM Malut sebagai inisiator aksi menyebut bahwa stagnasi perkara tersebut bukan hanya kelalaian, tetapi bentuk kegagalan institusional yang merugikan publik. Mereka secara terbuka menyorot Kepolisian Daerah Maluku Utara sebagai pihak yang bertanggung jawab atas macetnya proses penyelidikan.

Ketua DPD IMM Malut, Taufan Baba, mengungkapkan kekecewaan mendalam terhadap Polda Malut yang dianggap tidak transparan dan tidak serius menangani dugaan penyimpangan DBH Kawasi. Ia menuding penegak hukum “masuk angin” sehingga kasus tersebut mandek tanpa alasan jelas. “Ini mempermalukan institusi kepolisian,” tegasnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Mirisnya lagi, penanganan kasus DBH Kawasi sudah berjalan sejak Juli 2025 berdasarkan surat resmi Ditreskrimsus Polda Malut No: B/639/VII/2025/Ditreskrimsus. Namun hingga Desember 2025, publik tidak mendengar satu pun perkembangan berarti. IMM menyebut lima bulan tanpa progres adalah “tanda bahaya”.

Padahal, Desa Kawasi diketahui menerima kucuran dana fantastis selama empat tahun terakhir, total mencapai sekitar Rp15 miliar. Rinciannya yakni Rp1,8 miliar pada 2022, Rp3 miliar pada 2023, Rp3,5–4,3 miliar pada 2024, dan melonjak hingga Rp6,8 miliar pada 2025. Namun besarnya anggaran itu tidak sebanding dengan hasil pembangunan di lapangan.

Bukan hanya itu, saat ini masyarakat menilai Kawasi justru minim fasilitas, infrastruktur tidak memadai, dan pemberdayaan masyarakat hampir tidak terasa. Ketidaksesuaian antara besar dana dan kondisi desa inilah yang membuat dugaan penyimpangan semakin kuat dan mendesak diusut.

Dalam aksi mendatang, IMM tidak hanya menuntut Kejaksaan Tinggi Maluku Utara mengambil alih perkara dari Polda, tetapi juga menyampaikan tuntutan paling keras, mendesak Irjen Pol. Drs. Waris Agono untuk mengundurkan diri dari jabatan Kapolda Malut. Mereka menilai kepemimpinannya gagal memastikan penegakan hukum berjalan tanpa intervensi.

IMM menilai bahwa mandeknya kasus DBH Kawasi bukan sekadar masalah administrasi, tetapi bagian dari potret lemahnya integritas penegakan hukum di Maluku Utara. Jika kasus sebesar ini bisa diredam, maka publik patut curiga bahwa ada kepentingan besar yang tengah bermain di balik layar.

Organisasi mahasiswa ini juga menekankan pentingnya transparansi sebagai prinsip dasar penegakan hukum. “Transparansi itu kunci. Jika aparat diam, publik berhak bersuara,” tegas Taufan. IMM memastikan aksi mereka akan menjadi peringatan keras bagi pihak manapun yang mencoba menutup-nutupi kebenaran.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : TB

Berita Terkait

Diduga Kejar Untung, Direktur PT Cimendang Sakti Kontrakindo Tinggalkan Utang
Eks Anggota DPRD Halsel Diduga Jadi Mafia Minyak Tanah, Jual BBM Subsidi Rp10 Ribu Per Liter
Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel
Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas
Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:19

Diduga Kejar Untung, Direktur PT Cimendang Sakti Kontrakindo Tinggalkan Utang

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:30

Eks Anggota DPRD Halsel Diduga Jadi Mafia Minyak Tanah, Jual BBM Subsidi Rp10 Ribu Per Liter

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:27

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:28

Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Maluku Utara

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Jun 2026 - 06:27