Diduga Gelap Dana BOK Di Puskesmas Yaba: Imunisasi Mandek, Laporan Fiktif Menguat, Kejari Diminta Turun Tangan

- Penulis Berita

Jumat, 14 November 2025 - 10:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi

Foto: Ilustrasi

HALSEL,Coretansatu.com –Tujuan Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) untuk memperkuat layanan kesehatan masyarakat justru jauh panggang dari api di Puskesmas Yaba, Kabupaten Halmahera Selatan. Sejumlah program yang seharusnya berjalan rutin, nyaris tak terlihat di lapangan.

Di balik melemahnya pelayanan kesehatan, mencuat dugaan adanya permainan anggaran yang melibatkan Kepala Puskesmas Masni Ayub dan bendahara Asep A. Rahman. Keduanya diduga kuat bersekongkol menggelapkan dana BOK, bahkan disinyalir membuat laporan fiktif atas penggunaan anggaran.

Informasi tersebut diungkap oleh salah satu sumber internal Puskesmas Yaba yang meminta identitasnya dirahasiakan. Ia menegaskan bahwa sebagian besar program seperti imunisasi, penyuluhan, dan kegiatan lapangan jarang sekali terlaksana meski anggaran telah tersedia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kegiatan Puskesmas banyak yang tidak jalan. Imunisasi dan penyuluhan sering tidak dilakukan, padahal anggarannya jelas ada,” beber sumber tersebut kepada wartawan.

Ia mengungkapkan, setiap kali dana BOK cair, para staf justru diminta mengambil uang di rumah bendahara yang berlokasi di Desa Marabose, Kecamatan Bacan. Pola pengelolaan dana yang tidak transparan ini semakin memperkuat dugaan adanya praktik gelap dalam tubuh Puskesmas.

“Kalau pengelolaan dana dilakukan terbuka, tentu tidak menimbulkan kecurigaan. Tapi karena semuanya tertutup, wajar kalau kami curiga ada penyimpangan,” lanjutnya dengan nada kecewa.

Padahal, dana BOK setiap tahun diwajibkan mendukung berbagai program kesehatan seperti pelayanan ibu dan anak, KB, pencegahan penyakit, promosi kesehatan, hingga pemeriksaan lingkungan. Namun di Puskesmas Yaba, kenyataan di lapangan justru berbanding terbalik, program nyaris lumpuh tanpa kejelasan.

Dugaan manipulasi juga terlihat dalam laporan keuangan. Beberapa pengeluaran dinilai fiktif, termasuk biaya perawatan dan pembelian BBM untuk ambulans yang diketahui sudah lama rusak dan tak beroperasi. “Ambulans itu sudah rusak lama, tapi di laporan masih tercantum biaya operasional. Ini jelas janggal,” tegas sumber itu.

Ia berharap aparat penegak hukum, khususnya Kejaksaan Negeri (Kejari) Halmahera Selatan, segera menyelidiki dugaan penyalahgunaan dana BOK sejak 2023. “Kalau hanya ditangani internal Dinas, kami khawatir tidak ada perubahan. Kejari harus periksa penggunaan dana BOK dari tahun-tahun sebelumnya,” pungkasnya. Sementara itu, Kapus Masni Ayub dan bendahara Asep A. Rahman masih dalam upaya konfirmasi wartawan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Kasus Tambang Ilegal Obi Masuk Tahap II, Ratusan Karung Material Emas Diserahkan ke Jaksa
Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore
Kapolresta Tidore Sebut Arahan Kapolda Malut Jadi Pedoman dan Motivasi Personel di Lapangan
Pilkada Halsel 2031: Menguji Identitas Politik Ananta Risky di Bawah Bayang-Bayang Nama Besar Usman Sidik
Lakukan Maladministrasi, GMNI Minta Bupati Halsel Copot Kades Kaputusan
Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan
Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran
BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Berita Terkait

Kamis, 13 Agustus 2026 - 13:31

Kasus Tambang Ilegal Obi Masuk Tahap II, Ratusan Karung Material Emas Diserahkan ke Jaksa

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:46

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore

Kamis, 13 Agustus 2026 - 11:18

Kapolresta Tidore Sebut Arahan Kapolda Malut Jadi Pedoman dan Motivasi Personel di Lapangan

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:35

Pilkada Halsel 2031: Menguji Identitas Politik Ananta Risky di Bawah Bayang-Bayang Nama Besar Usman Sidik

Kamis, 13 Agustus 2026 - 10:01

Lakukan Maladministrasi, GMNI Minta Bupati Halsel Copot Kades Kaputusan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:28

Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:35

BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:53

Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat

Berita Terbaru

Maluku Utara

Perkuat Kamtibmas, Kapolda Malut Silaturahmi ke Sultan Tidore

Kamis, 13 Agu 2026 - 11:46