Kadis DPMD Halsel Diduga Panik, SEMMI Malut Desak Kejati Usut Skandal Anggaran “Ret-Ret” Kepala Desa

- Penulis Berita

Jumat, 31 Oktober 2025 - 14:14

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Hasil Chat kadis DPMD Halsel Dengan sejumlah kepala Desa

Hasil Chat kadis DPMD Halsel Dengan sejumlah kepala Desa

HALSEL,Coretansatu.com — Aroma kebusukan di tubuh Dinas Pemberdayaan Masyarakat Desa (DPMD) Halmahera Selatan semakin menyengat. Kepala Dinas DPMD, Muhammad Zaki Abdul Wahab, diduga panik usai Front Anti Korupsi (FAK) Maluku Utara menggelar aksi desakan agar Kejaksaan Tinggi (Kejati) Maluku Utara turun tangan mengusut dugaan penyimpangan anggaran retret kepala desa se-Halsel.

Pesan berantai yang bocor dari grup WhatsApp resmi para kepala desa mengungkap kepanikan sang Kadis. Dalam pesan itu, Zaki secara terang meminta seluruh kepala desa mempercepat perubahan APBDes sebelum pencairan gaji bulan November. Instruksi yang datang tiba-tiba ini memantik tanda tanya besar di kalangan publik.

Sumber internal DPMD yang enggan disebut namanya menyebutkan, pesan tersebut diduga kuat merupakan bentuk antisipasi Zaki terhadap gelombang sorotan publik atas dugaan penyalahgunaan anggaran desa untuk pembiayaan kegiatan retret kepala desa dan camat yang baru saja digelar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Instruksi perubahan APBDes secara mendadak itu dinilai tidak wajar. Banyak pihak menduga langkah itu dilakukan untuk menutupi jejak penggunaan dana desa yang telah digunakan di luar peruntukan, termasuk kegiatan non-prioritas seperti retret yang disebut menghabiskan anggaran fantastis.

Ketua SEMMI Maluku Utara, Sarjan Hi Rivai, menyebut langkah Kadis DPMD tersebut sebagai bentuk kepanikan akut. Menurutnya, Zaki dan Ketua APDESI Halsel, Abdul Aziz, sedang berupaya keras mengelabui publik agar seolah-olah tidak ada penyimpangan dalam pengelolaan dana desa.

 “Instruksi Kadis DPMD itu bukti kepanikan. Tudingan publik terhadap dirinya dan Ketua APDESI bukan tanpa dasar. Kebijakan pemakaian sejumlah item kegiatan desa untuk membiayai retret adalah fakta yang kini coba ditutupi lewat perubahan APBDes,” tegas Sarjan.

Sarjan menambahkan, apa yang dilakukan Zaki dan Abdul Aziz sudah melampaui batas etika birokrasi dan patut diduga sebagai upaya manipulasi anggaran publik. Ia menilai kegiatan retret tersebut sama sekali tidak memiliki urgensi terhadap peningkatan kapasitas pemerintahan desa.

Lebih jauh, SEMMI Maluku Utara mendesak Kejaksaan Tinggi Maluku Utara segera melakukan pemeriksaan terhadap Kadis DPMD Muhammad Zaki Abdul Wahab dan Ketua APDESI Abdul Aziz. Keduanya dianggap sebagai pihak yang paling bertanggung jawab dalam koordinasi penggunaan dana desa yang menyimpang dari ketentuan hukum.

 “Retret ini bukan kegiatan spiritual, tapi sudah menyerempet pada dugaan praktik penyimpangan anggaran publik,” tegas Sarjan dengan nada keras.

Desakan itu bukan tanpa alasan. SEMMI menilai, pola koordinasi antara DPMD dan APDESI selama ini cenderung tertutup dan tidak transparan, terutama dalam hal pengawasan dan pelaporan penggunaan dana desa. Kecurigaan semakin kuat karena hingga kini tidak ada laporan resmi mengenai besaran dana yang digunakan dalam kegiatan retret tersebut.

Publik kini menanti langkah tegas Kejati Maluku Utara. Jika dugaan penyimpangan ini benar adanya, maka kasus “ret-ret” kepala desa Halsel bisa menjadi badai besar yang menyeret banyak pejabat, termasuk di lingkaran DPMD dan APDESI.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Berita Terkait

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel
Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas
Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:27

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:28

Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Maluku Utara

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Jun 2026 - 06:27