Kesultanan Tidore Peringatkan Bappenas: Pengembangan Sofifi Hanya di Oba, Bukan DOB

- Penulis Berita

Kamis, 23 Oktober 2025 - 16:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Keterangan Foto: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) saat bertemu dengan pihak Kesultanan Tidore.

Keterangan Foto: Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (Bappenas) saat bertemu dengan pihak Kesultanan Tidore.

TIDORE,Coretansatu.com — Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional atau Bappenas kembali menegaskan komitmennya untuk melanjutkan pengembangan ibu kota Provinsi Maluku Utara, Sofifi.

Proyek ini akan melibatkan empat kesultanan, yaitu Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailolo, dalam penyusunan pra-masterplan, yang ditargetkan selesai pada akhir tahun 2025.

Langkah ini diketahui diambil di tengah hangatnya isu Daerah Otonom Baru atau DOB di Maluku Utara.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ika Ratna Wulandary, Direktur Pembangunan Indonesia Timur Kementerian PPN/Bappenas, menyatakan bahwa pelibatan empat kesultanan, Ternate, Tidore, Bacan, dan Jailol, merupakan langkah strategis untuk memastikan pembangunan selaras dengan kearifan lokal.

“Kita ingin mendengarkan dari berbagai pihak untuk menjadi masukan di dalam pra master plan, termasuk dari empat kesultanan,” kata Ika, Ketika diwawancarai awak media, Pada Kamis, (23/10/24).

Ika menambahkan, pra-masterplan ini diharapkan dapat memberikan gambaran awal mengenai pengembangan ibu kota, dengan target penyelesaian pada Desember 2025.

Terkait isu Daerah Otonom Baru, Ika menegaskan bahwa Bappenas akan mengacu pada keputusan Kementerian Dalam Negeri. Prioritas utama saat ini, menurutnya, adalah penataan dan pengembangan kawasan Sofifi agar lebih optimal dan berkelanjutan.

Selain master plan, ia juga menyinggung soal Daerah Otonom Baru (DOB) yang ramai dibicarakan.

“Soal DOB itu kita akan mengacu kepada apa yang diputuskan oleh Mendagri itulah yang menjadi acuan kita saat ini, yang penting diprioritaskan adalah penataan dan pengembangan kawasan terlebih dahulu agar lebih optimal dan juga bisa lebih sustainable,” Ujarnya.

Terpisah, Kesultanan Tidore melalui Sowohi Kie, Ishak Naser, menyatakan dukungan terhadap percepatan pembangunan Ibu Kota Sofifi.

Dukungan ini ditegaskan bukan sebagai isu politis, melainkan untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat. Namun, Ishak Naser memberikan sejumlah penekanan terkait konsep dan batas wilayah pembangunan.

“Tidak ada nuansa politis, tidak ada. Intinya proses percepatan pembangunan kawasan Ibu Kota Sofifi ini, bukan sebagai konteks daerah otonomi baru yah, tapi sebagai kawasan pusat pemerintahan ibu kota,” ujarnya.

Ia menekankan bahwa konsep pengembangan Sofifi harus melibatkan dan mengakomodasi keinginan empat kesultanan, yaitu Tidore, Jailolo, Bacan, dan Ternate, agar Sofifi menjadi milik bersama.

Hal ini pun menjadi salah satu poin utama yang diarahkan oleh pihak kesultanan.

Ishak juga mengingatkan pentingnya kejelasan batas wilayah yang harus mengacu pada undang-undang.

“Sudah jelas, hanya ada dalam wilayah kecamatan Oba, tidak boleh tambah yang lain-lain,” Pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Amat

Berita Terkait

Diduga Mark-Up, Kejati Diminta Telisik Pengadaan Beras Program Pangan Murah Pemprov Malut
Diduga Terlibat Tambang Emas ilegal, LIN Malut Desak Polda Periksa Kades Kubung
BPBD Halteng Pastikan Penanganan Pasca Bentrok Patani Barat Berjalan Lancar
Langkah Mediasi Belum Membuahkan Hasil, Warga Tuntut Audit Dana Desa dan Copot Kades Maffa
Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng
Pusatkan MTQ di Laromabati, Tamsil Jailan : Wujud Implementasi Visi dan Misi Bassam-Helmi
Desak Copot Kades Maffa, Warga Segel Kantor Desa dan Hadang Kunker Bupati Bassam
DPD GPM Malut Desak KeJati Usut Dugaan Korupsi Normalisasi Kali di Kepulauan Sula

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 22:38

Diduga Mark-Up, Kejati Diminta Telisik Pengadaan Beras Program Pangan Murah Pemprov Malut

Kamis, 23 April 2026 - 16:21

Diduga Terlibat Tambang Emas ilegal, LIN Malut Desak Polda Periksa Kades Kubung

Kamis, 23 April 2026 - 14:50

BPBD Halteng Pastikan Penanganan Pasca Bentrok Patani Barat Berjalan Lancar

Kamis, 23 April 2026 - 10:30

Langkah Mediasi Belum Membuahkan Hasil, Warga Tuntut Audit Dana Desa dan Copot Kades Maffa

Kamis, 23 April 2026 - 09:53

Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng

Rabu, 22 April 2026 - 14:22

Desak Copot Kades Maffa, Warga Segel Kantor Desa dan Hadang Kunker Bupati Bassam

Rabu, 22 April 2026 - 11:56

DPD GPM Malut Desak KeJati Usut Dugaan Korupsi Normalisasi Kali di Kepulauan Sula

Rabu, 22 April 2026 - 05:24

Buntut Dugaan Tambang Ilegal, Kades Kubung Halsel Disorot Soal Kepemilikan Tromol Emas

Berita Terbaru

Ketua PUK SBGN PT. RIM : M. Alfarisin

Maluku Utara

Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng

Kamis, 23 Apr 2026 - 09:53