Ternate, Coretansatu.com – Dinas Kebudayaan Kota Ternate menggelar Festival Tunas Bahasa Ibu (FTBI) tahun 2025 sebagai upaya menumbuhkan kecintaan generasi muda terhadap bahasa daerah. Kegiatan yang dibuka secara resmi oleh Wakil Wali Kota Ternate, Nasri Abubakar, pada Senin (13/10/2025), berlangsung di Benteng Oranje dan diikuti 132 siswa dari 88 SD dan SMP se-Kota Ternate.
Dengan mengusung tema “Merajut Kebersamaan, Lestarikan Kebudayaan, Cinta Bahasa Ternate Melalui Festival Tunas Bahasa Ibu”, festival ini menjadi wadah bagi pelajar untuk mengekspresikan kemampuan berbahasa daerah sekaligus memperkuat karakter kebangsaan melalui pelestarian bahasa ibu.
Dalam sambutannya, Wakil Wali Kota Nasri Abubakar menegaskan bahwa bahasa Ternate merupakan identitas daerah yang tak ternilai dan wajib dijaga oleh seluruh masyarakat. Menurutnya, bahasa ibu bukan sekadar alat komunikasi, melainkan juga cerminan sejarah, nilai, dan kebijaksanaan lokal.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
“Di tengah arus globalisasi dan dominasi bahasa asing, bahasa Ternate sering terpinggirkan. Melalui FTBI ini, kita ingin meneguhkan kembali jati diri anak-anak kita sebagai bagian dari masyarakat Maluku Utara, khususnya Kota Ternate,” ujar Nasri.
Ia mengapresiasi langkah Dinas Kebudayaan Kota Ternate yang dinilai strategis dalam menjaga kelestarian bahasa dan sastra daerah sebagai bagian integral dari pembangunan kebudayaan nasional.
“Anak-anak peserta FTBI adalah tunas harapan bangsa. Mereka tidak hanya menunjukkan bakat berbahasa, tetapi juga ikut menjaga warisan leluhur. Inilah bentuk nyata dari cinta terhadap budaya sendiri,” tambahnya.
Nasri juga mengingatkan, kompetisi dalam festival bukan sekadar ajang mencari pemenang, tetapi ruang pembelajaran dan penghargaan terhadap akar budaya. Ia mengajak para siswa untuk terus berkarya, berani tampil, dan bangga menggunakan bahasa daerah.
“Jadikan bahasa ibu sebagai kekuatan membangun kreativitas, mempererat persaudaraan, dan membentuk karakter bangsa yang berbudaya,” pesannya.
Kegiatan pembukaan turut dihadiri Kepala Dinas Kebudayaan Kota Ternate, Muslim Gani, jajaran Dinas Kebudayaan, Kepala Balai Bahasa Provinsi Maluku Utara, sejumlah pejabat OPD, serta perwakilan sekolah peserta.
Pemerintah Kota Ternate, lanjut Nasri, berkomitmen mendukung pelestarian bahasa daerah melalui berbagai program kebahasaan, termasuk dorongan untuk memasukkan muatan lokal bahasa Ternate dalam kurikulum pendidikan dasar.
“Kami berharap festival ini menjadi langkah konkret menjaga keberlanjutan bahasa daerah. Tampilkan kemampuan terbaik dengan semangat sportivitas dan kebersamaan. Semoga FTBI 2025 memberi manfaat besar bagi kebudayaan dan pendidikan kita,” tutupnya.
Editor : Admin Coretansatu.com
Sumber Berita : Riski








