Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

- Penulis Berita

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kapal tanker bernama EVEREST XL

Foto: Kapal tanker bernama EVEREST XL

HALSEL,Coretansatu.com — Bahan Bakar Minyak (BBM) subsidi jenis solar di SPBUN Sayoang, Kecamatan Bacan Timur, Halmahera Selatan (Halsel), Maluku Utara, kuat dugaan disalahgunakan oleh oknum tertentu untuk meraup keuntungan.

Dugaan tersebut mencuat setelah salah seorang sumber internal di lingkungan SPBUN Sayoang membenarkan adanya praktik penyalahgunaan kewenangan oleh oknum tertentu.

Sember itu mengatakan bahwa, salah seorang pengawas di SPBUN tersebut diduga memanfaatkan kapasitasnya untuk mengatur distribusi BBM subsidi.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“SPBUN di Sayoang mestinya diperketat pengawasannya, terlebih ada orang dalam memanfaatkan kapasitas guna melakukan praktik mafia BBM subsidi agar meraih keuntungan,” ungkap sumber tersebut sembari meminta identitasnya tak digubris.

Ia mengungkapkan, seorang pengawas lapangan SPBUN Sayoang yang akrab disapa (Man) bukan pemain baru dalam praktik mafia BBM subsidi jenis solar.

“Man bukanlah pemain baru, ia yang mengatur distribusi BBM subsidi jenis solar, bahkan kerap menyuplai ke sejumlah pengusaha di luar wilayah operasional SPBUN,” ujarnya.

Tak sampai di situ, sumber tersebut menyebut aktivitas pemuatan BBM solar di SPBUN Sayoang kerap dilakukan pada malam hari menggunakan bodi viber maupun kapal dengan muatan besar.

“Selain kapal viber, termasuk kapal tanker bernama EVEREST XL sering berlabuh di Pelabuhan Kelas II Babang. Kapal itu bukan hanya memuat dua atau tiga ton BBM solar, melainkan lebih dari itu,” Bebernya.

Selain menggunakan jalur laut, BBM solar tersebut disebut dijual kepada pengusaha dan pihak lain yang membutuhkan BBM solar di wilayah Bacan dengan harga fantastis.

Sumber tersebut juga mengklaim mengetahui dan memiliki dokumentasi terkait mobil truk saat melakukan pemuatan BBM di lokasi SPBUN diluar peruntukan para nelayan.

“Saya memiliki dokumentasi pemuatan BBM yang bukan diperuntukkan nelayan. Bukti-bukti ini akan saya serahkan jika pihak berwajib, dalam hal Polres maupun Polda Malut benar-benar ingin menindaklanjuti,” Ungkapnya.

Ia menyebutkan, dalam seminggu terdapat pemuatan BBM solar menggunakan kapal maupun bodi viber sebanyak dua hingga tiga kali.

“Satu minggu bisa dua bahkan tiga kali pemuatan, sebanyak empat sampai lima tong dibawa keluar wilayah pada malam hari,” tandasnya.

Menanggapi hal itu, Praktisi Hukum Bambang Joisangaji SH, mendesak agar Polda Maluku Utara turun langsung melakukan penyelidikan.

Menurutnya, langkah tersebut penting dilakukan guna mencegah praktik penyalahgunaan BBM subsidi yang dapat berdampak terhadap kelangkaan.

“Polda Maluku Utara harus turun langsung guna memeriksa kuota BBM dalam SPBUN, data penyaluran, serta informasi dari sumber guna mengantisipasi terjadinya kelangkaan BBM di kemudian hari,” cetus Bambang.

Sementara itu, pihak SPBUN Sayoang maupun Man yang disebut sumber sebagai pengawas lapangan masih dalam upaya konfirmasi wartawan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan
LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate
Dinilai Mandul, GMNI Desak Kapolda Malut Turun Tangan Segel PETI di Halmahera Selatan

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:43

Dinilai Mandul, GMNI Desak Kapolda Malut Turun Tangan Segel PETI di Halmahera Selatan

Berita Terbaru