HALSEL,Coretansatu.com – Semangat gotong royong kembali ditunjukkan oleh masyarakat Desa Yaba, Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan. Tanpa menunggu bantuan pemerintah, warga secara swadaya turun langsung memperbaiki jalan berlubang serta tiga jembatan yang mengalami kerusakan cukup parah demi menjaga keselamatan pengguna jalan.
Kerja bakti tersebut dilakukan karena kondisi infrastruktur di ruas jalan utama yang menghubungkan Desa Yaba dengan pusat kota dinilai semakin memprihatinkan. Jalan yang berlubang dan jembatan yang rusak telah lama menjadi keluhan masyarakat karena membahayakan pengendara, terutama pada saat musim hujan.
Adapun tiga jembatan yang menjadi sasaran perbaikan berada di Kilometer 4 (KM 04), Kilometer 2 (KM 02), dan Kilometer 1 (KM 01). Ketiga jembatan tersebut merupakan akses vital bagi aktivitas masyarakat, mulai dari kegiatan ekonomi, pendidikan, hingga pelayanan kesehatan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Dengan peralatan sederhana dan material yang diperoleh secara swadaya, warga bahu-membahu memperbaiki bagian jalan yang berlubang serta memperkuat bagian jembatan yang mengalami kerusakan. Meskipun perbaikan yang dilakukan bersifat sementara, langkah tersebut dinilai penting untuk mengurangi risiko kecelakaan.
Masyarakat mengaku tidak ingin terus menunggu proses penanganan dari pemerintah. Mereka memilih mengambil inisiatif agar akses transportasi tetap dapat digunakan dengan aman oleh warga maupun kendaraan yang melintas setiap hari.
Berdasarkan informasi yang dihimpun, ruas jalan tersebut merupakan infrastruktur yang berada di bawah kewenangan Pemerintah Provinsi Maluku Utara. Oleh karena itu, masyarakat berharap pemerintah provinsi segera melakukan perbaikan secara permanen agar kondisi jalan dan jembatan kembali layak digunakan.
Warga menilai infrastruktur yang baik merupakan kebutuhan mendasar untuk mendukung kelancaran mobilitas masyarakat serta mendorong pertumbuhan ekonomi di wilayah Bacan Barat Utara. Kerusakan yang terus dibiarkan dikhawatirkan akan semakin parah dan membutuhkan biaya perbaikan yang lebih besar.
Semangat kebersamaan yang ditunjukkan warga Desa Yaba menjadi bukti bahwa budaya gotong royong masih tetap terjaga. Namun, masyarakat berharap upaya swadaya tersebut tidak menjadi alasan bagi pemerintah untuk mengabaikan tanggung jawab dalam menyediakan infrastruktur yang aman dan memadai.
Masyarakat Desa Yaba berharap Pemerintah Provinsi Maluku Utara segera meninjau langsung kondisi jalan dan tiga jembatan yang rusak tersebut, kemudian mengalokasikan anggaran untuk perbaikan permanen. Dengan demikian, akses transportasi masyarakat dapat kembali normal dan aktivitas sehari-hari berlangsung dengan aman, nyaman, dan lancar.
Editor : Admin Coretansatu
Sumber Berita : Taslim. B








