Proyek Terminal Penumpang Weda Rp2,4 Miliar Diduga Terlambat, Peralatan Tak Sesuai RKS

- Penulis Berita

Rabu, 8 April 2026 - 05:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Proyek terminal Weda

Foto: Proyek terminal Weda

HALTENG,Coretansatu.com– Proyek rehabilitasi Terminal Penumpang Weda, Kabupaten Halmahera Tengah, yang bernilai Rp2.465.000.000 dari Dana Alokasi Umum (DAU) Tahun Anggaran 2025, kini menjadi sorotan publik. Pembangunan yang dikerjakan oleh CV. Cekel Perkasa ini diduga mengalami keterlambatan signifikan dan ditemukan sejumlah ketidaksesuaian antara dokumen kontrak dengan kondisi riil di lapangan.

Berdasarkan pantauan media di lokasi, hingga April 2026 atau setelah berjalan sekitar 120 hari kerja sejak awal Desember 2025, progres pembangunan dikabarkan masih terpaku pada tahap galian fondasi. Padahal, fasilitas vital ini diharapkan sudah bisa dinikmati masyarakat pada awal tahun ini.

Kejanggalan mulai terlihat dari kelengkapan peralatan kerja. Dalam dokumen Rencana Kerja dan Syarat-syarat (RKS), kontraktor wajib menyediakan minimal 5 unit dump truck dan 3 unit concrete mixer. Namun di lapangan, kelima dump truck tersebut tidak terlihat beroperasi. Hanya ditemukan satu unit concrete mixer dengan kapasitas yang dinilai terbatas, sehingga dinilai tidak memadai untuk mengejar target waktu.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Situasi ini memperkuat dugaan bahwa pekerjaan berjalan jauh lebih lambat dibanding jadwal yang direncanakan,” ujar sumber di lokasi.

Selain peralatan, tahapan teknis pun dinilai belum maksimal. Pekerjaan sistem dewatering dan persiapan material besi tulangan serta pengecoran fondasi belum sepenuhnya terlaksana sesuai standar yang seharusnya diterapkan pada tahap ini.

Di sisi lain, kondisi ini menjadi perhatian serius mengingat Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah di bawah kepemimpinan Ikram Malan Sangadji dan wakilnya Ahlan Djumadil selama ini dikenal memiliki kinerja positif dan meraih berbagai penghargaan nasional.

Masyarakat berharap persoalan di proyek Terminal Weda ini tidak mencoreng citra baik tersebut. Oleh karena itu, transparansi dan pengawasan ketat dari dinas teknis sangat diperlukan, bahkan tak menutup kemungkinan perlu adanya intervensi aparat penegak hukum untuk memastikan anggaran negara digunakan sesuai aturan dan memberikan manfaat nyata.

Hingga berita ini dipublish, Awak media masih berupaya mengkonfirmasi PLT Kepala Dinas Perhubungan Halmahera Tengah, Edi Muhammad, Untuk mendapatkan tanggapan resmi

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Abdila Moloku

Berita Terkait

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terbaru