FORMAPAS Desak Polda Malut Usut Pelaku Teror di Hutan Halmahera

- Penulis Berita

Selasa, 7 April 2026 - 14:11

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ketua Formapas Maluku Utara

Foto: Ketua Formapas Maluku Utara

HALTENG,Coretansatu.com —Forum Mahasiswa Pascasarjana (Formapas) Maluku Utara mendesak Polda Maluku Utara segera mengusut pelaku tak dikenal (OTK) yang diduga berada di kawasan hutan Halmahera Tengah dan Halmahera Timur. Desakan ini muncul menyusul rangkaian teror yang dinilai belum tertangani secara menyeluruh oleh aparat kepolisian.

Ketua Umum Pengurus Pusat Formapas Maluku Utara, Riswan Sanun, menilai penanganan aparat saat ini belum menyentuh akar persoalan. Ia menyebut kepolisian cenderung fokus pada pemulihan infrastruktur di wilayah terdampak, sementara sumber ancaman utama yang diduga berada di kawasan hutan Patani dan sekitarnya belum ditangani secara serius.

“Patroli di desa memang Sangat perlu dilakukan, tetapi jika kawasan hutan tidak dibersihkan dari pelaku teror, maka kejadian serupa akan terus berulang dan merugikan masyarakat,” ujar Riswan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurutnya, eskalasi teror yang berulang hingga berujung pada kasus pembunuhan menunjukkan negara, melalui Polres Halmahera Tengah, belum sepenuhnya hadir dalam memberikan perlindungan kepada masyarakat. Ia menegaskan bahwa rasa aman merupakan hak dasar warga, baik saat berada di permukiman maupun ketika beraktivitas di kebun.

Riswan juga menyoroti lambannya penanganan kasus pembunuhan di hutan Patani yang disebutnya bukan kali pertama terjadi. Ia menilai kasus-kasus serupa kerap berulang tanpa penyelesaian yang jelas.

Selain mendesak kepolisian, Formapas meminta DPRD Halmahera Tengah untuk mengawasi kinerja aparat penegak hukum dan mendorong pengungkapan pelaku, termasuk dugaan aktor intelektual di balik rangkaian teror tersebut. Mereka juga meminta agar pihak-pihak terkait dipanggil dan diperiksa.

Formapas turut mengkritik aparat yang dinilai lebih cepat merespons aksi demonstrasi warga di wilayah tambang dibandingkan penanganan kasus yang mengancam keselamatan masyarakat.

Riswan juga menyinggung sikap Gubernur Maluku Utara, Sherly Juanda, yang dinilai tidak tampak hadir di tengah duka korban maupun dalam respons di ruang publik digital. Ia mempertanyakan ketidak hadiran gubernur apakah karena berkaitan dengan isu pertambangan atau sensitivitas agama.

Di akhir pernyataannya, Riswan menilai komitmen aparat kepolisian dalam mengusut kasus ini belum terealisasi secara nyata.

“Polda hanya menyampaikan janji dan komitmen, namun belum ada langkah konkret. Ini seperti pola lama yang membuat masyarakat terlena, sementara kasusnya tidak pernah benar-benar terselesaikan,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara
Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara
Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar
IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang
Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore
Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan
HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut
Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:30

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32

Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:58

IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:31

HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:35

Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:57

Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur

Berita Terbaru