Polemik Status Bandara Gebe: Pemkab Halteng Kehilangan Kendali Atas Aset Strategis

- Penulis Berita

Minggu, 29 Maret 2026 - 14:59

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Bandara di Pulau Gebe Kabupaten Halmahera Tengah

Foto: Bandara di Pulau Gebe Kabupaten Halmahera Tengah

HALTENG,Coretansatu.com — Aset milik daerah yang seharusnya menjadi tulang punggung Pendapatan Asli Daerah (PAD) belum menunjukkan kontribusi optimal di Kabupaten Halmahera Tengah. Salah satunya adalah lahan aset tetap di Bandara Gebe, yang kini menjadi sorotan publik setelah diketahui pendapatan yang seharusnya masuk kas daerah justru mengalir ke pihak lain, dengan status pengelolaannya yang menuai kontroversi.

Informasi yang diperoleh mengungkapkan, permasalahan pengelolaan aset tersebut juga tercatat dalam Laporan Hasil Pemeriksaan (LHP) atas Laporan Keuangan Pemerintah Daerah Halmahera Tengah Tahun 2023. Dalam LHP Nomor: 17.A/LHP/XIX.TER/5/2024 yang diterbitkan pada Mei 2024, Badan Pemeriksa Keuangan (BPK) RI Perwakilan Maluku Utara menemukan kejanggalan serius dalam pengelolaan aset daerah.

BPK mencatat, penatausahaan berbagai aset tetap daerah – meliputi tanah, gedung, peralatan, hingga jaringan jalan – belum dilakukan secara tertib dan optimal. Sorotan paling mencolok jatuh pada lahan Bandara Gebe, yang meskipun tercatat sebagai aset Pemerintah Kabupaten Halmahera Tengah, tidak dimanfaatkan secara maksimal untuk meningkatkan PAD.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Bahkan beredar kabar bahwa pengelolaan bandara tersebut berada di bawah Kementerian Perhubungan RI, padahal jika dikelola oleh pemerintah daerah, bandara yang memiliki peran strategis dalam mendukung konektivitas dan aktivitas ekonomi wilayah berpotensi memberikan kontribusi besar bagi keuangan daerah. Ironisnya, meskipun status hukumnya sebagai aset daerah, pengelolaannya tidak berada di bawah kendali pemerintah setempat.

Saat ini, pihak Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) Halmahera Tengah masih dalam proses konfirmasi untuk memberikan tanggapan terkait alasan pengelolaan Bandara Gebe yang berada di bawah naungan Kementerian Perhubungan RI.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan
Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran
BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri
Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat
Pekerjaan Rumah Pemkab Halteng: Pengusaha THM Mengaku Buta Aturan
BARAH Puji Sinergi Polsek Mafa Amankan Barang Bukti Kayu
Imunitas yang Diamputasi: Menakar Batas Bicara Anggota Dewan
Sambut HUT ke-81 RI, PT IMM Salurkan Bantuan untuk Turnamen Pemdes Cup Perdana Di Desa Yaba

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 10:32

Gunakan Sertifikat Rumah Warga, Suratin Hukum Terancam Dipolisikan

Rabu, 12 Agustus 2026 - 06:28

Lobi Pusat Jadi Kunci, Nazla Tunjukkan Cara Bangun Daerah di Tengah Efisiensi Anggaran

Selasa, 11 Agustus 2026 - 14:35

BPK Bongkar Potensi PAD Halmahera Tengah: Dari Reklame Liar Lelilef hingga Pajak Raksasa PLTU Kawasan Industri

Selasa, 11 Agustus 2026 - 13:53

Begal Hasil Tender Proyek MIN Halbar Rp3,6 M: Kakanwil dan Keponakannya Akal-Akali E-Katalog Demi Akomodir Kerabat

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:28

Pekerjaan Rumah Pemkab Halteng: Pengusaha THM Mengaku Buta Aturan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 03:30

Imunitas yang Diamputasi: Menakar Batas Bicara Anggota Dewan

Senin, 10 Agustus 2026 - 11:17

Sambut HUT ke-81 RI, PT IMM Salurkan Bantuan untuk Turnamen Pemdes Cup Perdana Di Desa Yaba

Senin, 10 Agustus 2026 - 10:45

59 Napi Lapas Labuha Diusulkan Mendapatkan Remisi, Mayoritas Pelaku Kekerasan Perempuan dan Anak

Berita Terbaru