Kasus Anak 9 Tahun: Kuasa Hukum Apresiasi Gerak Cepat Unit PPA Polres Halteng

- Penulis Berita

Jumat, 27 Maret 2026 - 04:23

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kuasa hukum korban,Yulia Pihang, SH,

Foto: Kuasa hukum korban,Yulia Pihang, SH,

HALTENG,Coretansatu.com– Kasus dugaan pemerkosaan terhadap anak perempuan berinisial AS (9 tahun) yang terjadi pada Rabu (25/03/2026) sekitar pukul 12.47 WIT di Kabupaten Halmahera Tengah, Maluku Utara, mendapatkan tanggapan cepat dari Unit Perlindungan Perempuan dan Anak (PPA) Polres Halteng. Langkah tersebut mendapat apresiasi langsung dari kuasa hukum korban.

Kuasa hukum dari Yayasan Lembaga Bantuan Hukum Maluku Utara (YLBH-Malut), Yulia Pihang, SH, menyatakan apresiasi kepada Polres Halteng karena berhasil mengamankan terduga pelaku berinisial AK alias Moge (50 tahun) serta melakukan pemeriksaan cepat dan mendalam.

“Kami berikan apresiasi kepada Polres Halteng karena langkah cepat dan langsung mengamankan terduga pelaku, juga melakukan pemeriksaan secara cepat dan mendalam,” ujar Yulia.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia juga meminta agar PPA menangani perkara ini dengan menggunakan pasal-pasal pemberatan bagi pelaku kekerasan seksual. Saat ini, pasal yang digunakan penyidik adalah Pasal 473 ayat (2) huruf b sub Pasal 417 dan/atau Pasal 415 huruf b Undang-Undang Nomor 1 Tahun 2023 tentang Kitab Undang-Undang Hukum Pidana.

Yulia mengajak semua pihak untuk bersolidaritas mendukung korban dan keluarga dalam memperjuangkan keadilan, serta memastikan akses layanan kesehatan dan kebutuhan lain selama proses hukum berjalan. “Dukungan dari semua lembaga terkait dan masyarakat sangat diperlukan untuk pencegahan dan penanganan kasus. Jika ada kasus serupa, mohon segera laporkan agar bisa ditangani secara maksimal dan terbuka,” tambahnya.

Menurut keterangan keluarga korban, pelaku awalnya mengantar temannya ke Kecamatan Patani. Dalam perjalanan pulang, ia mampir ke rumah keluarga AS. Saat itu, AS meminta uang kepada pelaku, yang kemudian mengajak anak tersebut ke rumahnya dengan alasan akan memberikan uang di sana. AS meminta izin kepada ibunya, NA, yang mengizinkan dengan syarat segera kembali.

Setibanya di rumah pelaku, berdasarkan keterangan ibu korban, pelaku langsung mandi kemudian memanggil AS. Diduga, pelaku merayu korban dengan berbagai iming-iming sebelum melakukan tindakan yang tidak pantas.

Perubahan kondisi AS yang tidak biasa membuat NA segera membawanya ke Puskesmas terdekat. Hasil pemeriksaan medis sementara menunjukkan adanya luka fisik pada bagian vital korban serta pembengkakan dan nyeri di area paha.

Ibu korban, NA, menegaskan tidak akan menerima jalan damai atau jaminan dari pihak pelaku. Keluarga menuntut agar kasus ini diproses secara hukum hingga tuntas dan pelaku dijatuhi hukuman seberat-beratnya sesuai aturan yang berlaku.

Facebook Comments Box

Berita Terkait

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum
Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas
Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel
PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola
Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam
Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi
Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas
Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:19

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:01

Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:53

Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Berita Terbaru