HALTENG,Coretansatu.com– Satu unit tongkang pengangkut ore nikel tenggelam di perairan reklamasi Jetty PT Indonesia Weda Bay Industrial Park (IWIP), Desa Sawai, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah. Peristiwa tersebut terjadi pada Minggu malam (15/3/2026) sekitar pukul 23.29 WIT.
Tongkang BG Sentosa Jaya yang sedang ditarik kapal tugboat TB Bahar 98 milik PT Prima Dharma Karsa membawa muatan sebanyak 8.007,85 Wet Metric Ton (WMT) ore nikel. Kapal berangkat dari Pelabuhan Pagimana, Sulawesi Tengah, menuju Jetty PT IWIP, namun sebelum proses pembongkaran dimulai, tongkang dilaporkan miring dan akhirnya tenggelam sehingga muatannya tumpah ke laut.
Seorang warga setempat yang menyaksikan langsung insiden tersebut mengaku, kondisi kapal diduga tidak memadai dan muatan terkesan melebihi kapasitas. “Tongkang terlihat sudah tua, tapi tetap dipaksakan beroperasi. Muatan ore nikel juga cukup banyak dan tidak sebanding dengan kapasitas kapal, berujung kecelakaan,” ujarnya dengan meminta identitasnya dirahasiakan.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
PT Prima Dharma Karsa adalah perusahaan tambang nikel yang beroperasi di Kabupaten Banggai, Sulawesi Tengah, dengan Izin Usaha Pertambangan (IUP) sejak 2016 hingga 2026 dan luas konsesi 938 hektare. Alamat perusahaan tercatat di Gedung STC Senayan, Jakarta Selatan, dengan Direktur bernama Santika.
Warga tersebut menilai, tumpahan ore nikel menjadi ancaman serius bagi ekosistem perairan dan kehidupan masyarakat pesisir. Ore nikel mengandung logam seperti nikel, besi, dan kobalt yang jika terakumulasi dapat mencemari perairan serta membahayakan biota laut. Selain itu, bentuk ore yang seperti tanah dan lumpur dapat membuat air laut keruh, menghambat sinar matahari sehingga mengganggu fotosintesis terumbu karang dan lamun. Kandungan logam juga berisiko masuk ke rantai makanan hingga berdampak pada kesehatan manusia.
Hingga berita ini dipublish, pihak PT IWIP dan PT Prima Dharma Karsa masih dalam upaya konfirmasi untuk memberikan tanggapan resmi terkait kejadian tersebut.









