Front Marhaenisme Halmahera Selatan Desak Aparat Tindak Oknum Yang Diduga Provokator Konflik Lahan di Obi

- Penulis Berita

Jumat, 13 Maret 2026 - 06:44

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Istimewa

Foto: Istimewa

HALSEL,Coretansatu.com – Sejumlah organisasi yang tergabung dalam Front Marhaenisme Halmahera Selatan menggelar aksi terbuka di wilayah Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, untuk menyoroti polemik lahan yang belakangan berkembang dan berpotensi memicu konflik sosial jika tidak segera diselesaikan. Aksi tersebut diwarnai dengan orasi dan pembentangan spanduk berisi tuntutan kepada aparat penegak hukum dan pemerintah daerah.

Front Marhaenisme terdiri dari Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Gerakan Pemuda Marhaenis (GPM), dan Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI). Ketua Bidang DPP GMNI Sumitro H Komdan menyampaikan bahwa pihaknya menilai polemik lahan yang terjadi saat ini berpotensi memecah belah keharmonisan sosial, khususnya antara masyarakat Soligi dan Kawasi, jika dibiarkan tanpa kejelasan. Oleh karena itu, mereka menuntut agar tidak ada pihak manapun yang memprovokasi warga.

Ketua GMNI Hasbi Umsohi menegaskan bahwa Front Marhaenisme mendesak aparat kepolisian untuk segera mengambil langkah tegas terhadap oknum atau kelompok yang mengatasnamakan rakyat namun justru menciptakan kegaduhan di tengah masyarakat. Selain itu, pihaknya juga menyoroti sikap pemerintah daerah yang dinilai belum mengambil langkah konkret untuk menyelesaikan polemik tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Hasbi menambahkan bahwa Front Marhaenisme meminta Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan segera memanggil Arifin Saroa dan Alimusu La Damili untuk melakukan klarifikasi terbuka terkait status kepemilikan lahan yang menjadi persoalan. Hal ini dilakukan agar polemik tidak berkepanjangan dan tidak memperkeruh situasi sosial masyarakat.

Massa aksi juga menegaskan bahwa isu lahan tidak boleh dijadikan alat provokasi atau kepentingan kelompok tertentu. Mereka mengimbau warga agar tidak mudah terprovokasi oleh narasi yang tidak memiliki dasar jelas dan terus menjaga stabilitas sosial serta persatuan di wilayah Obi.

Melalui aksi ini, Front Marhaenisme Halmahera Selatan berharap aparat penegak hukum dan pemerintah daerah segera bertindak tegas, memanggil pihak-pihak terkait, dan menyelesaikan polemik lahan tersebut agar tidak berkembang menjadi konflik terbuka di tengah masyarakat.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara
Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara
Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar
IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang
Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore
Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan
HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut
Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:30

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32

Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:58

IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:31

HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:35

Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:57

Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur

Berita Terbaru