HALTENG,Coretansatu.com – Sejumlah tukang bangunan yang mengerjakan proyek Bantuan Rumah Layak Huni (RLH) di bawah naungan Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Halmahera Tengah mengaku belum menerima upah kerja mereka. Akibatnya, para pekerja asal Halmahera Selatan terpaksa bertahan di Weda selama hampir empat bulan tanpa kepastian apapun.
“Kami hanya pekerja biasa. Jangan diperlakukan seperti ini,” ujar Aka, koordinator para tukang, pada Selasa (03/03/2026).
Para tukang tersebut telah menyelesaikan sebagian besar pekerjaan tujuh unit rumah RLH di Desa Fidijaya, kawasan SP3 belakang Koramil Weda. Pekerjaan awalnya dilakukan berdasarkan koordinasi langsung dengan seorang wanita bernama Ida, yang disebut sebagai kontraktor sekaligus pengendali anggaran proyek.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Namun, setelah beberapa bulan berjalan, proyek tersebut tiba-tiba dialihkan secara sepihak kepada pihak lain. Para pekerja yang telah mengerjakan fondasi, dinding, plester, hingga atap, justru ditinggalkan tanpa kejelasan pembayaran.
“Selama bekerja, bahan bangunan juga sering terlambat sehingga pekerjaan tidak berjalan lancar. Setelah tenaga kami dipakai, kami seperti ditinggalkan begitu saja,” ungkap Aka.
Upah yang belum dibayarkan ditaksir mencapai puluhan juta rupiah. Hingga kini, Ida disebut tidak lagi merespons komunikasi apapun dan diduga menghindari tanggung jawab.
“Kami hanya ingin bertemu untuk menyelesaikan hak kami. Akan tetapi, Ibu Ida seolah menghindari kami dan enggan merespons pesan maupun panggilan WhatsApp,” tambahnya.
Dalam kondisi terdesak, para tukang berharap mendapatkan perhatian langsung dari Bupati Halmahera Tengah, Ikram Malan Sangaji. Mereka meminta agar Pemerintah Kabupaten tidak menutup mata dan mendorong Dinas Perkim untuk bertanggung jawab menyelesaikan persoalan ini.
“Kami mohon bantuan Bupati agar upah kami bisa segera dibayarkan,” pinta Aka.
Diketahui, proyek RLH yang bersumber dari APBD Tahun Anggaran 2025 ini melekat pada Dinas Perkim Halmahera Tengah. Sementara itu, Kepala Dinas Perkim Abdullah Yusuf masih dalam proses konfirmasi kepada wartawan, dan Ida hingga kini belum memberikan tanggapan apapun.
Editor : Admin Coretansatu.com








