FORMAPAS MALUT Desak Pemda Taliabu Segera Perbaikan Data Nelayan dan SDM Daerah.

- Penulis Berita

Sabtu, 28 Februari 2026 - 11:31

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Nurul Selvia Ningsi (Bendahara Umum PP FORMAPAS MALUT

Foto: Nurul Selvia Ningsi (Bendahara Umum PP FORMAPAS MALUT

TALIABU,Coretansatu.com — Pengurus Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (PP FORMAPAS MALUT) menyoroti kegagalan Kabupaten Pulau Taliabu dalam Program Kampung Nelayan Merah Putih tahun anggaran 2026.

Sorotan ini disampaikan oleh Nurul Selvia Ningsi (Bendahara Umum PP FORMAPAS MALUT). Ia menilai kondisi ini menunjukkan perlunya perbaikan data dan kesiapan sumber daya manusia (SDM) di daerah untuk memastikan nelayan tidak kehilangan kesempatan mendapatkan fasilitas penting dari pemerintah pusat.

Program Kampung Nelayan Merah Putih merupakan prioritas nasional yang digagas Pemerintah Indonesia untuk memberdayakan komunitas nelayan melalui pembangunan infrastruktur perikanan, fasilitas produksi dan penunjang seperti gudang beku, dermaga, pabrik es, bengkel kapal, serta peningkatan kemampuan kelembagaan nelayan. Program ini ditargetkan memperkuat ekonomi masyarakat pesisir dan meningkatkan produktivitas nelayan secara signifikan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Namun, laporan terkini menyebutkan bahwa Kabupaten Pulau Taliabu harus menelan pil pahit karena empat desa yakni Limbo, Jorjoga, Talo, dan Kasango gagal masuk dalam program Nelayan Merah Putih, yang paling miris kegagalan ini karena data yang tidak valid dan jumlah nelayan yang dianggap belum mencukupi syarat administrasi menjadi kendala utama.

Menurut Nurul, kondisi ini bukan hanya soal teknis administratif semata, tetapi juga menunjukkan ketidaksiapan SDM daerah dalam memenuhi persyaratan program nasional. “Kegagalan ini harus menjadi momentum bagi Pemerintah Daerah Kab Pulau Taliabu untuk benahi data dan sumber daya di daerah. Nelayan Taliabu berhak mendapatkan akses yang sama terhadap peluang pembangunan yang dicanangkan Pemerintah Pusat,:tegas Nurul.

Nurul menilai bahwa kualitas data daerah, termasuk jumlah nelayan yang akurat, sangat penting agar nelayan lokal benar-benar terakomodasi dalam setiap program strategis pemerintah. Ia mengingatkan bahwa program seperti Kampung Nelayan Merah Putih dapat membuka akses bagi berbagai fasilitas yang berdampak langsung pada kesejahteraan nelayan, seperti bantuan mesin kapal, pelatihan keterampilan, dan peluang peningkatan ekonomi masyarakat pesisir.

Nurul juga mengimbau pemerintah daerah dan berbagai pihak terkait untuk melakukan sinergi yang kuat antara perencanaan pembangunan dengan penguatan basis data nelayan. “Perbaikan data bukan hanya sekadar angka, tetapi menjadi dasar dalam perencanaan dan pengambilan kebijakan yang menyentuh kehidupan nelayan,” ujarnya.

Sebagai organisasi mahasiswa, Formapas Malut mendukung pembangunan daerah, siap memberikan dukungan pemikiran strategis untuk membantu daerah dalam menyusun strategi agar pada masa mendatang nelayan Pulau Taliabu tidak lagi tertinggal dari daerah lainnya.

Organisasi mahasiswa ini juga berharap agar pemerintah daerah, lembaga teknis, dan komunitas lokal nelayan dapat bersama-sama memperkuat kapasitas sumber daya manusia demi tercapainya program pembangunan yang inklusif dan berkelanjutan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel
PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola
Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam
Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi
Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas
Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun
Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP
Mengintip Kerisauan dan Optimisme Kapolresta Tidore

Berita Terkait

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Rabu, 15 Juli 2026 - 04:50

Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Senin, 13 Juli 2026 - 15:49

Mengintip Kerisauan dan Optimisme Kapolresta Tidore

Senin, 13 Juli 2026 - 08:43

Merajut Kembali Kasih, Ratusan Jemaat Padati Pendaftaran SSIB GMIH 2026 demi Wujudkan GMIH Bersatu

Berita Terbaru