Harga Ikan Di Pasar Tradisional Lelilef Bervariasi, Pedagang Sebut Pasokan Didatangkan Dari Patani

- Penulis Berita

Kamis, 19 Februari 2026 - 07:21

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, kondisi pasar di lelilef

Foto, kondisi pasar di lelilef

HALTENG,Coretansatu.com – Harga ikan di pasar tradisional Lelilef, Kecamatan Weda Tengah, Kabupaten Halmahera Tengah, mengalami variasi dalam beberapa waktu terakhir. Perbedaan harga tersebut terlihat pada sejumlah jenis ikan yang dijual pedagang kepada masyarakat, Kamis, 19/02/2026.

Sejumlah komoditas seperti ikan tuna, ikan cakalang, dan jenis ikan lainnya dipasarkan dengan harga yang tidak seragam. Kondisi ini dikeluhkan sebagian pembeli karena harga dinilai mengalami kenaikan dibandingkan sebelumnya.

Salah satu pedagang ikan di Pasar Lelilef, Mus, menjelaskan bahwa kenaikan harga memang terjadi dan tidak merata pada setiap jenis ikan. Hal itu disampaikannya saat ditemui awak media pada Kamis (19/02/2026).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Mus, harga ikan tuna saat ini mencapai Rp50.000 per kilogram. Sementara itu, harga ikan cakalang dan beberapa jenis ikan lainnya dijual dengan harga yang berbeda-beda, tergantung ukuran dan ketersediaan stok.

Ia mengungkapkan, salah satu penyebab utama kenaikan harga adalah terbatasnya jumlah nelayan lokal di wilayah Lelilef. Minimnya hasil tangkapan dari nelayan setempat membuat pedagang harus mencari pasokan dari luar daerah.

“Memang harga ikan saat ini naik dan tidak searah. Ikan tuna perkilonya Rp50.000, sementara ikan lain seperti cakalang harganya berbeda-beda. Ini karena kurangnya nelayan di Lelilef dan ikan kami ambil dari Patani,” ujar Mus.

Lebih lanjut, Mus menjelaskan bahwa sebagian besar pasokan ikan didatangkan dari Patani, wilayah yang berada di Kabupaten Halmahera Timur. Proses distribusi dari luar daerah tersebut turut memengaruhi harga jual di tingkat pasar.

Biaya transportasi serta waktu tempuh pengiriman menjadi faktor tambahan yang berdampak pada harga akhir yang diterima konsumen. Pedagang mengaku tidak memiliki banyak pilihan selain menyesuaikan harga dengan modal yang dikeluarkan.

Meski demikian, para pedagang berharap ke depan jumlah nelayan lokal dapat meningkat sehingga pasokan ikan bisa lebih stabil dan harga di pasar tradisional Lelilef kembali normal serta terjangkau bagi masyarakat.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terbaru