Diduga Ilegal, Jety PT Buli Bangun Timbun Laut Saketa dan Picu Kekhawatiran Warga

- Penulis Berita

Kamis, 19 Februari 2026 - 04:09

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Pembangunan jety oleh PT Buli Bangun di perairan Pantai Saketa

Foto, Pembangunan jety oleh PT Buli Bangun di perairan Pantai Saketa

HALSEL,Coretansatu.com – Pembangunan jety oleh PT Buli Bangun di perairan Pantai Saketa, Kabupaten Halmahera Selatan, diketahui belum mengantongi izin yang lengkap dan berpotensi menimbulkan pencemaran lingkungan pesisir. Jety tersebut difungsikan untuk menyandar kapal tongkang yang membawa kerikil dan pasir dari Bitung, sebagai material untuk proyek preservasi ruas jalan nasional Weda–Mafa–Matuting–Saketa yang dikelola Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN).

Berdasarkan pantauan di lapangan, jety dibangun dengan metode timbunan tanah uruk yang diletakkan di atas susunan batang kayu dan pohon kelapa, tanpa struktur permanen dari beton atau baja sesuai standar teknis pembangunan jety. Tanah uruk ditumpuk langsung ke area perairan, dengan bagian dasar masih terdapat batang kelapa, kayu, serta vegetasi darat seperti rumput dan akar tanaman yang tertimbun dan sebagian terendam air laut.

Keberadaan material organik yang terkubur berpotensi menyebabkan pembusukan, meningkatkan kekeruhan air, dan mengganggu keseimbangan ekosistem pesisir. Selain itu, penggunaan tanah uruk tanpa pengaman teknis seperti geotekstil, sheet pile, atau silt curtain juga berpotensi menimbulkan sedimentasi yang dapat mengendap di dasar perairan sekitar.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Secara teknis, jety seharusnya dibangun dengan sistem tiang pancang agar sirkulasi air laut tetap terjaga. Namun kondisi lapangan menunjukkan struktur tersebut lebih menyerupai timbunan daratan yang menjorok ke laut. Area pembangunan juga tidak menunjukkan adanya pembersihan lahan secara menyeluruh, yang mengindikasikan tahapan teknis dan lingkungan belum sepenuhnya dilakukan. Jika dibiarkan, perairan pesisir Saketa yang menjadi sumber penghidupan masyarakat berpotensi mengalami gangguan ekologis jangka panjang.

Sejumlah warga pesisir mengaku khawatir terhadap dampak pembangunan tersebut. “Kami khawatir jika terjadi angin kencang dan gelombang laut, jety tersebut bisa terbongkar dan berdampak ke pesisir. Namun kami berharap pembangunan ini sebenarnya telah mengantongi izin dari pemerintah desa maupun kecamatan,” ujar salah seorang warga yang tidak ingin disebutkan namanya.

Menariknya, Pemerintah Kecamatan dan Desa setempat mengaku tidak mengetahui adanya pembangunan jety karena tidak ada koordinasi sebelumnya. “Kami dari Pemerintah Kecamatan maupun Pemerintah Desa tidak mengetahui adanya pembangunan jety ini. Tidak ada koordinasi dengan kami sebagai pemerintah setempat,” ungkap Camat Ikram M. Zen, yang dibenarkan Kepala Desa Idjul M. Kiat.

Warga meminta agar aparat penegak hukum dan instansi teknis terkait segera melakukan pemeriksaan lapangan, mengevaluasi metode pembangunan, serta menelusuri kelengkapan izin lingkungan dan pemanfaatan ruang laut. “Perlu ada verifikasi dan pemeriksaan dari instansi terkait agar pembangunan jety tidak berdampak buruk bagi masyarakat pesisir Saketa,” pungkas warga.

Hingga berita ini diterbitkan, pihak PT Buli Bangun masih dalam proses konfirmasi untuk memberikan tanggapan terkait metode pembangunan dan kelengkapan perizinan jety tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara
Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara
Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar
IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang
Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore
Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan
HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut
Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:30

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32

Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:58

IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:31

HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:35

Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:57

Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur

Berita Terbaru