Dusun Marimoi Desa Saketa Berstatus Hutan, Amat : Revisi RTRW Harus Jadi Prioritas

- Penulis Berita

Senin, 16 Februari 2026 - 15:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto Istimewa, Amat

Foto Istimewa, Amat

HALSEL,Coretansatu.com – Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan di minta agar memprioritaskan kepentingan publik dalam revisi Peraturan Daerah (Perda) Rencana Tata Ruang Wilayah (RTRW) terutama dalam pelepasan hutan.

Aktivis asal Gane Barat, Amat sapaan akrab Muhammad Saifudin, menyoroti sejumlah persoalan di daerah terutama kepentingan masyarakat yang masih di hadapkan dengan tata ruang.

Salah satunya Dusun Marimoi Desa Saketa Kecamatan Gane Barat yang sampai saat ini masih berstatus Kawasan Hutan Produksi Konversi (HPK).

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut Amat, salah satu syarat untuk pelepasan kawasan hutan menjadi non hutan atau dari HPK menjadi APL adalah diperuntukan pembangunan pemukiman sehingga bisah di sertifikasi.

“Salah satu syarat pelepasan kawan HPK menjadi APL adalah peruntukan pemukiman, sementara pemukiman Dusun Marimoi sudah cukup lama namu status kawasa nya HPK” ujar amat.

Lanjut Amat, persoalan inilah sehingga Hak Perdata masyarakat Dusun Marimoi hilang, contohnya sejak kebijakan pemerintah pusat memberikan sertifikat tanah namun tidak dapat di penuhi karena masuk dalam kawasan hutan.

Amat menegaskan, DPR dan Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan agar memprioritaskan pelepasan Hutan menjadi non hutan untuk Kawasan Dusun Marimoi dan tidak untuk kepentingan korporasi dalam Revisi RTRW.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terbaru