Aroma Penyimpangan Dana BOK Di Puskesmas Sagea, Nakes Ngaku Diintimidasi Dan Diperas Uang Pribadi

- Penulis Berita

Rabu, 11 Februari 2026 - 05:28

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ilustrasi

Ilustrasi

HALTENG,Coretansatu.com – Dana Bantuan Operasional Kesehatan (BOK) yang seharusnya diperuntukkan untuk mendukung kegiatan promotif dan preventif puskesmas, kini menjadi sorotan karena diduga disalahgunakan di Puskesmas Sagea, Kecamatan Weda Utara, Kabupaten Halmahera Tengah (Halteng).

Dugaan ini muncul setelah sejumlah staf dan tenaga kesehatan (nakes) mengangkat suara terkait pengelolaan anggaran di bawah kepemimpinan Kepala Puskesmas (Kapus) Sagea, Agustina Pare.

Salah satu nakes mengungkapkan kekecewaan terhadap sikap Kapus yang dinilai kurang transparan dalam penggunaan dana yang dialokasikan pemerintah tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Kapus sangat tertutup soal Dana BOK. Seharusnya setelah usulan kegiatan dan pencairan dana, dilakukan rapat bersama untuk menjelaskan peruntukan anggaran sebagai bentuk transparansi. Tapi itu tidak pernah dilakukan,” ujar sumber tersebut.

Selain masalah ketertutupan anggaran, manajemen kerja yang diterapkan Kapus juga disebut memberatkan para tenaga kesehatan. Menurut sumber, pengaturan jadwal pelayanan pasien dinilai tidak sesuai standar profesional.

“Jika ada pasien datang pada malam hari, tenaga medis yang dijadwalkan jaga malam tidak difungsikan. Justru bidan dan perawat yang sudah bekerja penuh di siang hari kembali dipanggil,” jelasnya.

Lebih mengkhawatirkan, Kapus Agustina Pare juga diduga melakukan tekanan dan intimidasi terhadap pegawai serta staf, yang dinilai bertentangan dengan etika kepemimpinan. Para nakes mengaku diminta mengeluarkan uang pribadi untuk membeli cat guna mengecat pagar puskesmas dan bangunan lama yang digunakan sebagai tempat tinggal staf. Bahkan, mereka juga diwajibkan membeli bensin untuk pemotongan rumput di area puskesmas.

“Kalau kami tidak memberikan uang seperti yang diperintahkan untuk beli cat, kami diancam akan diusir dari rumah dinas yang kami tempati,” ungkap sumber tersebut dengan nada kecewa.

Merasa tertekan dan tidak mendapatkan kejelasan terkait pengelolaan anggaran, para nakes mendesak pihak Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Halmahera Tengah serta Inspektorat untuk segera melakukan evaluasi dan pemeriksaan langsung ke lapangan.

“Kadinkes harus bertanggung jawab melakukan pembinaan, pengawasan, dan penilaian kinerja Kapus. Inspektorat juga perlu memeriksa dugaan pelanggaran dan penyalahgunaan wewenang, karena anggaran pemeliharaan puskesmas dan Dana BOK nilainya cukup besar,” tekan mereka.

Hingga berita ini diterbitkan,awak Media masih dalam upaya konfirmasi dengan Kepala Puskesmas Sagea, Agustina Pare, terkait keluhan yang diajukan oleh sejumlah tenaga kesehatan dan dugaan penyalahgunaan Dana BOK tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara
Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara
Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar
IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang
Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore
Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan
HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut
Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:30

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32

Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:58

IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:31

HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:35

Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:57

Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur

Berita Terbaru