Tragis! Hanya karena Penutup Toples Hilang, Warga Sipil di Halsel Diduga Dikeroyok Dua Oknum Anggota TNI

- Penulis Berita

Kamis, 29 Januari 2026 - 07:20

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Ilustrasi dua oknum anggota TNI diduga lakukan pengeroyokan

Foto: Ilustrasi dua oknum anggota TNI diduga lakukan pengeroyokan

HALSEL,Coretansatu.com — Seorang warga sipil asal Desa Madapolo, Kecamatan Obi, Kabupaten Halmahera Selatan, diduga menjadi korban pengeroyokan oleh dua oknum anggota TNI, pada pagi hari sekitar pukul 10.00 WIT, di wilayah Desa Kawasi.

Korban bernama La Fahmi mengalami luka lebam dan pembengkakan pada bagian wajah akibat tindakan kekerasan tersebut. Peristiwa itu terjadi di sekitar pantai Kawasi, sesaat setelah speedboat rute Kupal-Kawasi tiba dan menurunkan penumpang.

Berdasarkan keterangan korban, insiden tersebut bermula dari persoalan sepele terkait sebuah toples milik salah satu oknum TNI yang diduga kehilangan penutupnya saat proses bongkar muat barang dari speedboat.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Awalnya dua anggota TNI berinisial G dan N, yang diketahui bersaudara, turun dari speed. Saat saya membantu mengangkat barang ke pantai, salah satu dari mereka marah karena toples miliknya penutupnya sudah tidak ada,” ujar La Fahmi saat ditemui wartawan.

Mendengar hal tersebut, La Fahmi mengaku mencoba menenangkan situasi dengan menyampaikan permohonan maaf serta menyarankan agar persoalan tersebut disampaikan kepada pihak speedboat untuk diganti.

“Saya sampaikan baik-baik, kalau barangnya hilang nanti bisa disampaikan ke pihak speed untuk diganti. Tapi justru saya dimaki dengan kata-kata kasar. Saya disebut ‘anjing’ dan ‘babi’,” ungkapnya.

Korban mengaku sempat menegur secara lisan agar tidak berbicara kasar. Namun, teguran tersebut justru memicu tindakan kekerasan.

“Saya bilang jangan bicara seperti itu. Setelah itu, kedua oknum tersebut langsung memukul saya dan mengeroyok saya berdua,” kata La Fahmi.

Beruntung, aksi pengeroyokan tersebut tidak berlangsung lama setelah orang tua mertua korban dan sejumlah warga setempat datang membantu dan melerai kejadian. Korban mengaku, tanpa bantuan warga, situasi tersebut bisa berakibat fatal.

“Kalau tidak ada papa mantu dan warga yang datang, mungkin saya sudah mati,” ujarnya.

Atas kejadian tersebut, La Fahmi menyatakan tidak menerima perlakuan kekerasan yang dialaminya dan meminta agar kedua oknum anggota TNI tersebut diproses secara hukum sesuai aturan yang berlaku.

“Saya heran, kenapa ada orang bersikap seperti itu hanya karena merasa sebagai anggota. Saya ini warga sipil, dipukul tanpa alasan yang jelas. Saya minta kasus ini diproses,” tegasnya.

Hingga berita ini dipublish, belum ada keterangan resmi dari pihak TNI terkait dugaan pengeroyokan tersebut. Media ini masih berupaya melakukan konfirmasi kepada pihak berwenang untuk mendapatkan penjelasan lebih lanjut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas
Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:28

Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Berita Terbaru