SEMMI Malut Gedor Kejari Halteng: Proyek Drainase Desa Kobe Diduga Sarang Korupsi

- Penulis Berita

Jumat, 16 Januari 2026 - 09:49

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Drenase Di Desa Kobe

Foto, Drenase Di Desa Kobe

Halteng,Coretansatu.com — Serikat Mahasiswa Muslimin Indonesia (SEMMI) Maluku Utara secara tegas mendesak Kejaksaan Negeri Halmahera Tengah (Kejari Halteng) segera mengusut proyek pembangunan drainase di Desa Kobe, Kecamatan Weda Tengah, yang diduga kuat sarat penyimpangan dan berbau korupsi, Jumat/16/01/2026.

Ketua PW SEMMI Maluku Utara, Sarjan Hi Rivai, menilai proyek tersebut mencerminkan buruknya tata kelola anggaran publik. Ia menegaskan bahwa pembangunan drainase yang tidak dilengkapi papan proyek merupakan bentuk nyata pembangkangan terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.

Menurut Sarjan, ketiadaan papan informasi proyek mengindikasikan adanya upaya menutup-nutupi identitas kontraktor, sumber anggaran, serta instansi pengawas. Kondisi ini, kata dia, membuka ruang besar terjadinya manipulasi anggaran dan pengerjaan yang tidak sesuai spesifikasi teknis.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

SEMMI Malut juga menyoroti fakta di lapangan bahwa pekerjaan drainase tersebut diduga dikerjakan tanpa Rencana Anggaran Biaya (RAB) dan gambar teknis. Jika benar, Sarjan menilai proyek itu tidak hanya cacat administrasi, tetapi juga berpotensi merugikan keuangan negara.

Lebih lanjut, Sarjan mengungkapkan bahwa keterangan dari pihak pelaksana di lapangan saling bertentangan. Ada yang mengaku tidak mengetahui siapa kontraktor dan pengawas proyek, sementara pihak lain menyebut berada di bawah pengawasan Balai Provinsi Maluku Utara, tanpa bukti yang jelas.

“Ini proyek negara, bukan proyek pribadi. Kalau tidak jelas siapa pelaksana dan siapa pengawasnya, maka patut diduga ada permainan kotor di dalamnya,” tegas Sarjan dalam pernyataannya kepada awak media.

SEMMI Malut mendesak Kejari Halteng segera memanggil dan memeriksa seluruh pihak yang diduga terlibat, mulai dari kontraktor, konsultan pengawas, hingga instansi pemberi anggaran, guna mengungkap siapa aktor di balik proyek drainase Desa Kobe tersebut.

Sarjan juga menekankan pentingnya penegakan hukum yang tegas dan tanpa pandang bulu. Ia memperingatkan bahwa pembiaran terhadap proyek bermasalah semacam ini hanya akan memperkuat praktik korupsi dan merusak kepercayaan publik terhadap penegak hukum.

Hingga berita ini diterbitkan, Kejaksaan Negeri Halmahera Tengah maupun instansi teknis terkait belum memberikan keterangan resmi terkait proyek tersebut. Namun desakan publik kian menguat agar kasus proyek drainase Desa Kobe segera diusut tuntas.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel
Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas
Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:27

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:28

Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Maluku Utara

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Jun 2026 - 06:27