Ironis Aset Daerah: Ratusan Miliar Digelontorkan, PAD Tak Tumbuh, APBD Tergerus

- Penulis Berita

Selasa, 30 Desember 2025 - 14:22

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

TERNATE,Coretansatu.com — Sejumlah aset strategis milik Pemerintah Kota Ternate yang seharusnya menjadi sumber Pendapatan Asli Daerah (PAD) lain yang sah, justru berpotensi menjadi beban keuangan daerah dan menguras Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD). Kondisi ini dinilai sebagai bentuk pemborosan anggaran yang pada akhirnya merugikan masyarakat.

Akademisi Universitas Khairun (Unkhair) Ternate, Dr. Muamil Sunan, menilai persoalan aset daerah di Kota Ternate bukan sekadar bangunan yang terbengkalai, tetapi mencerminkan lemahnya tata kelola keuangan dan perencanaan aset pemerintah daerah. Padahal, aset-aset tersebut dibangun menggunakan anggaran yang bersumber dari masyarakat dengan nilai yang sangat besar, bahkan mencapai ratusan miliar rupiah.

“Pengelolaan aset milik pemerintah harus berpegang pada prinsip transparansi, akuntabilitas, efisiensi, dan efektivitas. Tanpa prinsip itu, aset publik berpotensi kehilangan fungsi dan justru menjadi beban keuangan daerah,” ujar Dr. Muamil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Ia menyebutkan, sejumlah aset strategis milik Pemerintah Kota Ternate hingga kini tidak dimanfaatkan secara optimal, bahkan sebagian besar dibiarkan terbengkalai. Kondisi ini terlihat pada Plaza Gamalama, Gelanggang Olahraga (Sport Hall) di Kelurahan Ubo-Ubo, Pasar Bahari Berkesan di Kelurahan Sasa, hingga aset Pemkot Ternate di Kelurahan Kastela, serta sejumlah aset lainnya.

Lebih memprihatinkan, meskipun tidak dimanfaatkan dan tidak memberikan kontribusi nyata terhadap PAD maupun pelayanan publik, anggaran pemeliharaan aset-aset tersebut tetap dialokasikan setiap tahun dalam APBD. Situasi ini membuat aset daerah bukan hanya gagal menghasilkan pendapatan, tetapi justru terus menyedot keuangan daerah.

“Kalau aset publik hanya dipelihara untuk menghabiskan anggaran, sementara rakyat tidak merasakan apa-apa, maka ini bukan pengelolaan, tapi pemborosan yang dilegalkan,” tegas Dr. Muamil.

“Setiap rupiah yang keluar untuk pemeliharaan aset yang tidak difungsikan adalah potensi kerugian masyarakat. Ini uang pajak, bukan uang pribadi pejabat,” lanjutnya.

Menurut Dr. Muamil, kondisi tersebut menunjukkan bahwa APBD Kota Ternate terus dibebani oleh aset-aset yang tidak produktif. Padahal, anggaran pemeliharaan yang terus digelontorkan bisa dialihkan untuk kebutuhan publik yang lebih mendesak, seperti pelayanan dasar, infrastruktur, dan pemberdayaan ekonomi masyarakat.

Ia menegaskan, fungsi utama aset milik pemerintah daerah adalah memberikan manfaat seluas-luasnya bagi publik, baik dalam bentuk pelayanan, ruang ekonomi, maupun peningkatan PAD. Jika aset tidak menjalankan fungsi tersebut, maka keberadaannya patut dipertanyakan.

“Aset publik harus memberi manfaat bagi masyarakat. Jika tidak mampu dikelola secara baik dan terbuka, pemerintah daerah wajib menjelaskan secara transparan kepada publik arah dan tujuan pengelolaannya,” katanya.

Dr. Muamil pun mendesak Pemerintah Kota Ternate agar segera melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh aset daerah, membuka data pengelolaan aset kepada publik, serta memastikan setiap aset memiliki fungsi yang jelas dan produktif.

“Tanpa transparansi dan ketegasan, aset-aset ini hanya akan menjadi monumen pemborosan yang terus menggerus APBD dan merugikan masyarakat,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Berita Terkait

Sabtu, 27 Juni 2026 - 18:37

Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Rabu, 24 Juni 2026 - 10:28

IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Berita Terbaru