Hak Jawab. Tanggapan dari Oknum Polisi atas Dugaan Galian C Ilegal dan ditepis tidak benar.

- Penulis Berita

Jumat, 12 Desember 2025 - 09:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

HALTENG,Coretansatu.com – Seorang oknum anggota polisi di Polda Malut berinisial F, membantah tanggapan terkait dugaan melakukan aktivitas penambangan galian C ilegal di Desa Lukulamo, Kecamatan Weda Tengah,Jumat,12/12/2025.

F juga meluruskan, adanya kehadiran dugaan galian C yang melibatkan dirinya sangatlah tidak benar, di mana dirinya mengaku, lahan tersebut merupakan lahan sah milik dirinya yang saat ini digunakan untuk keperluan usaha kos-kosan.

“Jadi penambangan ilegal Galian C itu tidak benar. Itu tanah dasar sertifikat tanah SHM milik saya sendiri, karena keperluan buat kos-kosan jadi harus kasi rata tanah dengan eksavator,” ujarnya.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Olehhnya itu, kata dia, tidak ada pertambangan ilegal di situ. Bahkan eksavator tersebut membutuhkan biaya sewa yang besar saat dirinya membawa excavator tersebut ke lokasi untuk dilakukan perataan tanah.

Oknum polisi berinisial F menyampaikan, bahwa aktivitas tersebut merupakan aktivitas pemerataan tanah miliknya yang akan digunakan untuk pembangunan usaha kos-kosan, sehingga tudingan adanya potensi banjir dan aktivitas ilegal berupa dugaan galian C dan lainnya tidaklah benar.

“Itu tanah milik saya sendiri, yang mau dibangun kos-kosan, sehingga saya menyewa alat untuk mengeruk gunung itu agar rata dan dibangun kos-kosan,” ujarnya.

“Eksa itu mau bawa ke sini (lokasi) itu butuh uang besar untuk bayar eksavator. Dan kebutuhan masyarakat yang meminta bantu untuk menimbun kos-kosan. Dengan bayar sedikit itu saya gunakan untuk bayar eksavator, dan itu bukan tambang saya ingatkan sekali lagi,” terangnya.

Ia menjelaskan, soal berbicara tentang pertambangan usaha, itu ranah beda lagi. Olehnya itu ia meminta agar ditelusuri dulu tambangnya seperti apa, apakah mengelola menjadi bahan batubara atau nikel atau apa.

“Ni orang kecil yang berusaha untuk bangun kosan kemudian diratakan tanahnya,” ujarnya.

Ia mengungkapkan kekesalannya kepada awak media yang tidak melakukan penelusuran data lebih lanjut, benar atau tidaknya usaha yang dimaksud.

“Saya punya operator Eksavator sudah tidak kerja, karena alasan takut,, trus kalau sudah begini siapa yang tanggung jawab. Kalau tanah saya belum diratakan untuk keperluan buat Kos-kosan saya bagaimana ???,”ujarnya, Sembari menyatakan, “Eksavator kerja diratakan tanah saya, ada masyarakat minta bantu untuk timbun tanahnya, dengan uang sedikit saya manfaatkan utk bayar eksavator. Ini bukan tambang besar. Atau mau bicara mengenai tambang. Ini mau usaha kecil kosan yang harus perlu diratakan tanahnya.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Berita Terkait

Diduga Kejar Untung, Direktur PT Cimendang Sakti Kontrakindo Tinggalkan Utang
Eks Anggota DPRD Halsel Diduga Jadi Mafia Minyak Tanah, Jual BBM Subsidi Rp10 Ribu Per Liter
Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel
Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas
Rakyat Miskin Bertambah, Wali Kota Tidore Malah Manjakan Jaksa Pakai APBD Rp4,8 Miliar
IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara
Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Berita Terkait

Minggu, 28 Juni 2026 - 15:19

Diduga Kejar Untung, Direktur PT Cimendang Sakti Kontrakindo Tinggalkan Utang

Minggu, 28 Juni 2026 - 14:30

Eks Anggota DPRD Halsel Diduga Jadi Mafia Minyak Tanah, Jual BBM Subsidi Rp10 Ribu Per Liter

Minggu, 28 Juni 2026 - 06:27

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Juni 2026 - 05:28

Terima Hibah Rp4,8 Miliar saat Daerah Defisit, Kejari Tidore Dilaporkan ke Jamwas

Sabtu, 27 Juni 2026 - 04:16

IPDA Hatab Bode Pimpin Aksi Bersih-Bersih Tempat Ibadah, Jelang HUT Bhayangkara

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Berita Terbaru

Foto: Istimewa

Maluku Utara

Sukses Gelar Rakerda, Ini Pesan Ketua DPD KNPI Halsel

Minggu, 28 Jun 2026 - 06:27