Karyawan Terlantar Ratusan Juta Upah Menggantung, Dugaan Keterlibatan Muhammad Kasuba Didalamnya

- Penulis Berita

Jumat, 21 November 2025 - 10:41

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: lokasi Ud Rio Gam Dan Ud Bumi Jaya utama

Foto: lokasi Ud Rio Gam Dan Ud Bumi Jaya utama

HALSEL,Coretansatu.com – Nasib puluhan karyawan UD Rio Gam dan UD Bumi Jaya Utama di Desa Samat, Kecamatan Gane Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, kini memantik keprihatinan. Dua perusahaan industri kayu ini diduga meninggalkan para pekerja begitu saja setelah aktivitas operasional berhenti total.

Sejumlah pekerja kepada media ini mengungkapkan bahwa mereka terjebak di lokasi kerja tanpa kepastian upah, bahkan tak memiliki biaya untuk kembali ke daerah asal. Sebagian besar adalah pekerja luar daerah, termasuk dari Sulawesi Tenggara, yang direkrut sebagai mekanik dan operator.

“Kami tidak bisa pulang karena gaji belum dibayar. Setiap hari hanya menunggu ada pembeli besi tua supaya bisa jual barang-barang bekas perusahaan untuk tabung tiket pulang,” keluh Lamusu, seorang mekanik yang kini bertahan hidup dengan memulung sisa material perusahaan.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Menurut para karyawan, besaran upah yang belum dibayarkan bervariasi, mulai dari puluhan juta hingga lebih dari seratus juta rupiah. Mereka mengaku merasa benar-benar ditinggalkan tanpa penjelasan dari pihak perusahaan.

Para pekerja menuturkan bahwa perusahaan mulai beroperasi pada 2022 dan berhenti beroperasi total pada akhir 2024, setelah itu manajemen tak lagi memberi kepastian. Baik soal pembayaran gaji maupun kelanjutan aktivitas perusahaan tidak pernah dijelaskan.

Temuan lapangan media ini juga mengarah pada dugaan bahwa izin usaha pemanfaatan kayu perusahaan, yang sebelumnya dikenal sebagai HPH dan kini IUPHHK-HA, memiliki keterkaitan dengan mantan Bupati Halmahera Selatan, Muhammad Kasuba, berdasarkan keterangan sejumlah warga. Warga menyebutkan bahwa area hutan tempat penebangan dilakukan merupakan kawasan yang dikaitkan dengan mantan bupati tersebut.

“Setahu kami, area hutan yang diolah perusahaan itu milik Hi. Muhammad Kasuba,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan. Hingga kini, dugaan tersebut masih menunggu klarifikasi dari pihak terkait.

Karyawan lain, Afen, menambahkan bahwa direktur UD Rio Gam disebut bernama Rudi, seorang keturunan Tionghoa yang menurut mereka berdomisili di Kota Ternate. “Kami tidak tahu harus cari siapa untuk minta kepastian gaji,” katanya, menggambarkan kebingungan para pekerja.

Sementara itu, kondisi hutan di kilometer tiga terlihat rusak parah dengan ratusan kubik kayu kelas dua yang dibiarkan membusuk, sementara alat berat mangkrak tak terurus. Para karyawan berharap pihak perusahaan segera bertanggung jawab, baik terkait pelunasan upah maupun kepastian pemulangan.

Hingga berita ini diturunkan, pihak perusahaan dan Hi. Muhammad Kasuba masih dalam upaya konfirmasi wartawan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum
Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas
Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel
PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola
Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam
Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi
Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas
Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:19

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:01

Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:53

Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Berita Terbaru