Empat Bulan Kantor Desa Toin Dipalang, Warga Murka: Bupati Halsel Dituding Tutup Mata

- Penulis Berita

Jumat, 7 November 2025 - 11:05

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Oplus_131072

Oplus_131072

HALSEL,Coretansatu.com — Gelombang kemarahan warga Desa Toin, Kecamatan Botanglomang, semakin tak terbendung. Sudah hampir empat bulan kantor desa dipalang, namun Pemerintah Kabupaten Halmahera Selatan (Pemkab Halsel) seolah diam membisu tanpa tindakan tegas. Warga pun mulai menuding Bupati Halsel (Hasan Ali Bassam Kasuba) sengaja melindungi Kepala Desa (Kades) Toin, Fahmi Taher, yang diduga terlibat berbagai pelanggaran.

Desa yang dulunya tenang itu kini berubah menjadi ladang protes. Berdasarkan informasi yang dihimpun Coretansatu.com, warga telah berulang kali meminta agar Kades Fahmi Taher segera dicopot dari jabatannya. Tuntutan itu muncul karena dugaan kuat bahwa sang kades tidak transparan dalam pengelolaan dana desa dan menelantarkan hak masyarakat.

Salah satu persoalan yang menjadi pemicu utama kemarahan warga ialah uang meteran listrik sebesar Rp50 juta yang dipasang secara mandiri oleh warga, namun tak kunjung diganti oleh pihak desa hingga kini. Ironisnya, meski warga sudah menunggu berbulan-bulan, janji-janji perbaikan dari pemerintah daerah tak pernah terbukti.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Tak hanya itu, sejumlah perangkat desa dan anggota BPD Toin juga mengaku belum menerima gaji selama berbulan-bulan, bahkan ada yang lebih dari Sembilan bulan tanpa kepastian. Kondisi ini menambah panjang daftar dugaan penyimpangan yang dilakukan oleh Kades Fahmi Taher.

Sebelumnya, masyarakat sudah mendapat janji langsung dari Kepala Inspektorat Halsel bahwa setelah perubahan anggaran dan pencairan dana selesai, pihaknya akan melakukan audit terhadap Kades Toin. Janji itu disampaikan sendiri oleh Kepala Inspektorat di hadapan massa aksi yang datang ke kantor bupati bulan lalu.

Namun, kenyataan berkata lain. Hingga kini audit yang dijanjikan tak pernah dilakukan. Warga pun menilai, Kepala Inspektorat Halsel telah membohongi masyarakat secara terang-terangan. Kepercayaan publik terhadap lembaga pengawas internal daerah itu pun makin merosot.

Akibat pemalangan kantor desa yang sudah berlangsung lebih dari empat bulan, aktivitas pemerintahan desa terhenti total. Pengurusan administrasi warga lumpuh, pelayanan masyarakat tersendat, dan situasi sosial di Toin semakin memanas.

Kondisi ini membuat warga menilai, Pemkab Halsel gagal menjaga wibawa pemerintah desa, karena membiarkan permasalahan ini berlarut-larut tanpa solusi konkret. “Kami sudah capek dengan janji. Kalau pemerintah tidak bisa bertindak, berarti mereka semua satu geng dengan kades,” ujar salah satu warga dengan nada kesal.

Kemarahan warga semakin membara setelah pertemuan internal antara Bupati Halsel dan masyarakat Desa Toin yang digelar beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan itu, Bupati sendiri sempat berjanji, jika Kades Fahmi Taher terbukti bersalah atau ditetapkan sebagai tersangka, maka dirinya akan segera mencopot sang kades dari jabatannya.

Namun, janji itu kini tinggal kata-kata kosong. Tidak ada tindakan nyata, sementara masyarakat Toin terus menanggung penderitaan akibat pelayanan publik yang mati suri. Warga pun dengan lantang menyebut Bupati Halsel sebagai pembohong besar, karena lebih memilih diam daripada menegakkan keadilan bagi rakyatnya sendiri.

Kini, suara rakyat Desa Toin menggema: “Copot Kades Fahmi Taher, atau kami anggap Pemkab Halsel ikut bermain dalam kejahatan ini!” Sebuah peringatan keras yang seharusnya membuka mata para pemimpin di Halmahera Selatan bahwa kesabaran rakyat sudah di ujung tanduk.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Diduga Terlibat Tambang Emas ilegal, LIN Malut Desak Polda Periksa Kades Kubung
BPBD Halteng Pastikan Penanganan Pasca Bentrok Patani Barat Berjalan Lancar
Langkah Mediasi Belum Membuahkan Hasil, Warga Tuntut Audit Dana Desa dan Copot Kades Maffa
Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng
Pusatkan MTQ di Laromabati, Tamsil Jailan : Wujud Implementasi Visi dan Misi Bassam-Helmi
Desak Copot Kades Maffa, Warga Segel Kantor Desa dan Hadang Kunker Bupati Bassam
DPD GPM Malut Desak KeJati Usut Dugaan Korupsi Normalisasi Kali di Kepulauan Sula
Buntut Dugaan Tambang Ilegal, Kades Kubung Halsel Disorot Soal Kepemilikan Tromol Emas

Berita Terkait

Kamis, 23 April 2026 - 16:21

Diduga Terlibat Tambang Emas ilegal, LIN Malut Desak Polda Periksa Kades Kubung

Kamis, 23 April 2026 - 14:50

BPBD Halteng Pastikan Penanganan Pasca Bentrok Patani Barat Berjalan Lancar

Kamis, 23 April 2026 - 10:30

Langkah Mediasi Belum Membuahkan Hasil, Warga Tuntut Audit Dana Desa dan Copot Kades Maffa

Kamis, 23 April 2026 - 09:53

Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng

Kamis, 23 April 2026 - 09:23

Pusatkan MTQ di Laromabati, Tamsil Jailan : Wujud Implementasi Visi dan Misi Bassam-Helmi

Rabu, 22 April 2026 - 11:56

DPD GPM Malut Desak KeJati Usut Dugaan Korupsi Normalisasi Kali di Kepulauan Sula

Rabu, 22 April 2026 - 05:24

Buntut Dugaan Tambang Ilegal, Kades Kubung Halsel Disorot Soal Kepemilikan Tromol Emas

Rabu, 22 April 2026 - 04:52

Proyek SPAM Rp8.8 Miliar di Halut Disorot: SEMMI Malut Minta Kepala BPBPK Dicopot 

Berita Terbaru

Ketua PUK SBGN PT. RIM : M. Alfarisin

Maluku Utara

Jelang May DaY, ini Tuntutan PUK SBGN PT. RIM di Halteng

Kamis, 23 Apr 2026 - 09:53