Proyek TPT BPJN Malut di Lembah Asti: Mutu Buruk, Papan Proyek Misterius

- Penulis Berita

Kamis, 6 November 2025 - 05:03

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: terdapat lubang cukup besar di bagian bawah dinding, dan ikatan antara batu serta semen terlihat tidak kuat atau tidak terisi penuh.

Foto: terdapat lubang cukup besar di bagian bawah dinding, dan ikatan antara batu serta semen terlihat tidak kuat atau tidak terisi penuh.

HALTENG,Coretansatu.com – Proyek pembangunan Tembok Penahan Tanah (TPT) di Desa Lembah Asti, Kecamatan Weda Selatan, Provinsi Maluku Utara, terindikasi dikerjakan di luar Rancangan Anggaran Biaya (RAB) dan tidak sesuai spesifikasi teknis.

Penyelenggara proyek ini diketahui adalah Balai Pelaksana Jalan Nasional (BPJN) Provinsi Maluku Utara.

Berdasarkan pengamatan awak media di lokasi pada Rabu (5/11/25), ditemukan beberapa kejanggalan dalam pengerjaan TPT tersebut.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Di antaranya, terdapat lubang cukup besar di bagian bawah dinding, dan ikatan antara batu serta semen terlihat tidak kuat atau tidak terisi penuh.

Selain itu, dinding dibangun menggunakan batu-batu yang tidak beraturan, yang mengindikasikan adanya masalah serius yang berpotensi memengaruhi integritas struktural dan daya tahan dinding.

Menanggapi temuan ini, Pj. Kepala Desa Lembah Asti, Edi, mengaku akan segera mengambil tindakan.

Ia berjanji akan memperingatkan pelaksana proyek atau kontraktor agar bekerja sesuai dengan spesifikasi teknis yang telah ditetapkan.

“Saya belum mengecek tapi saya akan kasih tahu ke pelaksana proyek di lapangan,” tegas Edi

Selain masalah kualitas pekerjaan, Edi juga mengkritik tidak adanya papan proyek yang terpasang di lokasi pekerjaan.

Menurutnya, menimbulkan kebingungan di kalangan warga mengenai asal-usul proyek tersebut.

“Saya pernah tanya papan proyek waktu itu dia (Pelaksana Proyek) bilang masih dibikin,” imbuhnya.

Edi menekankan pentingnya transparansi melalui papan proyek.

“Kalau tidak ada papan proyek begini kan orang juga bertanya ini dari bupati atau dari mana, nanti saya cek balik lagi yah,” pungkasnya.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara
Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara
Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar
IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang
Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore
Ketua HMNI Halsel Diintimidasi Usai Bongkar Dugaan Solar Subsidi 50 Ton Tak Sampai ke Nelayan
HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut
Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Berita Terkait

Sabtu, 11 Juli 2026 - 12:34

PLN UP3 Ternate Diminta Evaluasi Kepala PLN Bacan Usai Listrik Padam Berulang Di Kecamatan Bacan Barat Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:30

Tuntut Transparansi Sungai Kobe, DPP IMM Desak Kementerian PU Evaluasi BWS Maluku Utara

Jumat, 10 Juli 2026 - 06:32

Polsek Gane Timur Musnahkan 225 Liter Bahan Baku Saguer dan 25 Liter Cap Tikus Siap Edar

Jumat, 10 Juli 2026 - 04:58

IMM Malut Desak Kapolres Halsel Tangkap Mafia 50 Ton Solar Subsidi di SPBUN Sayoang

Jumat, 10 Juli 2026 - 02:32

Mengintip Proyek Studio Audio Rp8 Miliar dan Mess Adhyaksa Rp4,8 Miliar di Tengah Riuh Demonstrasi Pegawai Tidore

Kamis, 9 Juli 2026 - 12:31

HMNI Halsel Bongkar Dugaan Penyimpangan SPBUN Sayoang: Nelayan Dipaksa Berhenti Melaut

Kamis, 9 Juli 2026 - 10:35

Soroti Penyelewengan Solar Subsidi, Formapas Malut Desak Polres Halsel Segera Periksa Pengelola SPBUN Sayoang

Kamis, 9 Juli 2026 - 07:57

Apresiasi Langkah Cepat Polres Halsel dalam Penanganan Dugaan Pencurian, KNPI Prihatin Terduga Pelaku Dibawah Umur

Berita Terbaru