Ulama Australia Siram Rohani Jamaah Subuh Masyuda di Aceh: Islam Rahmatan Lil Alamin Menyinari Dunia

- Penulis Berita

Minggu, 19 Oktober 2025 - 05:04

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

ACEH BESAR,Coretansatu.com —Safari Subuh Keliling Masyuda Aceh Darussalam kembali digelar penuh khidmat di Masjid Al-Hijrah, Kompleks PNS Gampong Paya Roh, Kecamatan Darul Imarah, dengan menghadirkan Dr. Teuku Chalidin Yacob, MA., JP, Founder Ashabul Kahfi Islamic Center, sebagai penceramah utama. Tausiah beliau yang bertajuk “Perkembangan Islam di Australia dan Spirit Rahmatan Lil Alamin” menjadi refleksi mendalam bagi jamaah yang memenuhi masjid sejak sebelum waktu Subuh.

Safari Subuh Masyuda sendiri merupakan gerakan spiritual yang digagas oleh Abu Haji Ibrahim Laweung, Wakil Rektor III Universitas Teuku Umar Meulaboh, dengan dukungan penuh dari Panglima Muda Tauhid Tasawuf Khadam Umat Tgk. Ali Akbar, S.Pd., M.Pd., yang dikenal sebagai dai terbaik Aceh. Program ini bukan sekadar shalat berjamaah, melainkan bentuk ibadah yang “dipersaksikan oleh malaikat”, menciptakan suasana aman, nyaman, dan penuh ketertiban dalam membangunkan kembali semangat jamaah Subuh di bumi Serambi Mekkah.

Dalam tausiahnya, Dr. Teuku Chalidin menegaskan bahwa waktu Subuh adalah waktu paling istimewa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

“Subuh adalah waktu mustajabah. Waktu Allah menerima doa-doa hamba-Nya. Maka jagalah Subuh, karena di situlah keberkahan hidup dimulai,” ujarnya.

Beliau juga mengisahkan pengalamannya selama berdakwah di Australia. Saat pertama kali tiba di University of Technology Sydney, beliau dan rekan-rekan muslim kesulitan mencari tempat shalat.

Kami hanya meminta ruang kosong 10 menit untuk shalat. Alhamdulillah, dari ruangan itu kini berdiri tempat shalat permanen. Dan hari ini, hampir seluruh kampus besar di Australia memiliki prayer room. Itulah bukti Islam yang rahmatan lil alamin — membawa manfaat bahkan bagi yang belum beriman,” tutur Dr. Chalidin.

Ia menambahkan, banyak orang Australia yang masuk Islam bukan karena ceramah, tapi karena akhlak umat Islam yang baik.

“Ada mualaf yang menangis karena baru mengenal Islam setelah orang tuanya wafat. Mereka menyesal tidak sempat mengenalkan Islam kepada orang tuanya. Itulah kekuatan dakwah melalui keteladanan,” katanya haru.

Dalam pesannya, Dr. Chalidin juga menekankan pentingnya menjaga kebersamaan dan nilai takwa dalam kehidupan sosial.

“Inna akramakum ‘indallahi atqakum — yang paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa. Islam itu indah karena menumbuhkan persaudaraan dan kasih sayang,” jelasnya.

Beliau mengingatkan, Aceh memiliki keistimewaan yang luar biasa karena telah menetapkan Qanun Syariat Islam dalam payung hukum nasional.

“Menjalankan syariat bukan sekadar pilihan, tapi kewajiban. Kita di Aceh sangat rugi jika tidak menegakkan syariat secara penuh. Jangan setengah waktu — bukan part time tapi full time! Karena provinsi lain belum punya kesempatan seperti kita,” tegasnya.

Dr. Chalidin juga mengajak generasi muda untuk mengambil peran aktif dalam memakmurkan masjid.

“Anak usia 10 tahun harus sudah mulai memikirkan masjid 15 tahun ke depan. Para pejabat dan masyarakat juga harus willing, punya kemauan bersama untuk menjadikan masjid sebagai pusat peradaban umat,” serunya di akhir tausiah.

Safari Subuh Masyuda Aceh Darussalam terus menjadi gerakan spiritual yang memperkuat ukhuwah, membangun ketertiban, dan menumbuhkan kesadaran kolektif akan makna Islam yang menebar rahmat bagi seluruh alam.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : M Nur

Berita Terkait

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum
Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas
Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel
PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola
Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam
Utang Rp1,3 Triliun Belum Lunas, Pemprov Malut Minta Persetujuan Pinjam Rp1 Triliun Lagi
Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas
Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Berita Terkait

Kamis, 16 Juli 2026 - 08:19

Sikap Cuek Kades Sawadai Soal Isu Nikah Siri Picu Kritik Pedas Praktisi Hukum

Kamis, 16 Juli 2026 - 06:01

Konvoi Piala Dunia di Halsel Berjalan Aman dan Tertib Dibawah Pengawalan Satlantas

Rabu, 15 Juli 2026 - 11:34

Sisa 140 Meter Tak Tuntas, APH Diminta Soroti Proyek BPBD Halsel

Rabu, 15 Juli 2026 - 08:02

PWI Halsel Desak Danyonif 867 Proses Hukum Oknum TNI Diduga Tampar Wartawan saat Nonton Bola

Rabu, 15 Juli 2026 - 06:36

Wartawan Dianiaya Oknum TNI, KNPI Halsel Minta Pelaku Diproses Hukum 1×24 Jam

Selasa, 14 Juli 2026 - 12:18

Proyek Talud Pantai Darurat di Samat Terancam Mangkrak: Sisa 140 Meter Tak Tuntas

Selasa, 14 Juli 2026 - 11:53

Penganiayaan Guru PPPK di Halsel: Terduga Pelaku Terancam Penjara Lebih dari 5 Tahun

Selasa, 14 Juli 2026 - 07:35

Bantah Tuduhan Penyelewengan, SPBUN Sayoang Tegaskan Penyaluran Solar Sesuai Aturan DKP

Berita Terbaru