TERNATE,CM — Para pengguna jasa dan motoris kapal tradisional rute Ternate–Tidore mendesak PT Pelindo Cabang Ternate untuk segera melakukan pengerukan di kawasan Pelabuhan Bastiong, Kota Ternate, Maluku Utara. Langkah ini dinilai mendesak karena kondisi kolam labuh mengalami pendangkalan parah yang mengancam keselamatan operasional transportasi laut antar-pulau.
Berdasarkan pantauan di lokasi pada Sabtu (29/8), sedimentasi yang signifikan di sepanjang garis pantai dermaga lokal membuat kedalaman air menjadi sangat tipis saat air laut surut terendah. Akibatnya, armada motor kayu kesulitan melakukan olah gerak dan berisiko tinggi mengalami kerusakan fatal pada komponen baling-baling serta kemudi akibat menghantam dasar karang.
Kondisi infrastruktur yang terbengkalai ini memicu protes keras dari warga. Masyarakat menyoroti ketimpangan kebijakan Pelindo Regional 4 Ternate yang dinilai agresif memungut tarif masuk kawasan pelabuhan berbasis elektronik (e-pass) sebesar Rp5.000 untuk kendaraan roda dua, namun lambat dalam melakukan perawatan fasilitas vital dermaga.
ADVERTISEMENT

SCROLL TO RESUME CONTENT
Syarif (45), salah seorang pengguna jasa kapal kayu rute Bastiong–Rum, menyatakan kekecewaannya secara langsung di lapangan terkait risiko yang harus dihadapi para motoris setiap hari.
“Kondisinya sudah semakin dangkal. Kalau dipaksakan merapat saat air surut, risiko kapal kandas sangat besar,” keluh Syarif pada Sabtu (29/8).
Selain masalah keselamatan, warga juga menyoroti ketimpangan kebijakan PT Pelindo Regional 4 Ternate. Pihak pengelola dinilai rutin memungut tarif masuk kawasan pelabuhan berbasis elektronik (e-pass) sebesar Rp5.000 bagi setiap kendaraan roda dua, namun mengabaikan pemeliharaan kedalaman alur dermaga lokal.
Mengingat motor kayu merupakan jalur logistik utama yang menghubungkan Ternate dan Tidore setiap hari, warga menuntut pihak Pelindo bersama otoritas kepelabuhanan terkait untuk segera melakukan pengerukan (dredging) secara berkala demi menjamin keselamatan pelayaran armada rakyat.
Editor : Admin Coretansatu.com
Sumber Berita : Rahmat Wijaya









