BWS Malut Dinilai Tak Bertaring Evaluasi PPK, FORMAPAS Bakal Laporkan Proyek Rp. 42 Miliar ke KPK 

- Penulis Berita

Selasa, 21 April 2026 - 09:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Sekretaris FORMAPAS Maluku Utara : Usman Mansur

Sekretaris FORMAPAS Maluku Utara : Usman Mansur

MALUT,Coretansatu.com— Sekretaris Umum Pimpinan Pusat Forum Mahasiswa Pascasarjana Maluku Utara (FORMAPAS Malut), Usman Mansur, melontarkan kritik keras terhadap kinerja Balai Wilayah Sungai (BWS) Maluku Utara yang dinilai gagal menjalankan fungsi pengawasan dan evaluasi terhadap proyek strategis, khususnya pembangunan sabo dam yang menelan anggaran hingga Rp42 miliar dari APBN.

Usman menegaskan bahwa BWS Maluku Utara saat ini layak disebut sebagai lembaga yang “tidak punya taring” atau “ompong”, karena tidak menunjukkan keberanian dalam mengevaluasi Pejabat Pembuat Komitmen (PPK) maupun kontraktor pelaksana proyek yang diduga bermasalah dari sisi kualitas pekerjaan.

“Ini bukan sekadar kelalaian administratif, ini bentuk pembiaran yang berpotensi merugikan negara. Bagaimana mungkin proyek bernilai puluhan miliar rupiah berjalan dengan kualitas yang dipertanyakan, sementara BWS Maluku Utara justru diam? Ini menunjukkan mereka tidak punya taring,” tegas Usman.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Proyek sabo dam yang dibiayai APBN tersebut menuai sorotan publik karena diduga memiliki kualitas pekerjaan yang jauh dari standar. Namun hingga saat ini, belum terlihat langkah konkret dari BWS Maluku Utara untuk melakukan evaluasi menyeluruh terhadap PPK maupun pihak kontraktor.

Usman menilai sikap diam tersebut sebagai bentuk ketidakberanian institusi dalam menegakkan akuntabilitas. Bahkan, ia menduga adanya indikasi kuat pembiaran sistemik yang berpotensi melindungi pihak-pihak tertentu.

“Kalau BWS tidak berani mengevaluasi, maka patut diduga ada sesuatu yang disembunyikan. Ini bukan soal teknis semata, ini soal integritas. Uang negara Rp42 miliar itu bukan angka kecil, itu uang rakyat yang harus dipertanggungjawabkan secara transparan,” lanjutnya.

FORMAPAS Malut secara tegas mendesak Kementerian PUPR, khususnya Direktorat Jenderal Sumber Daya Air, untuk segera turun tangan melakukan audit dan evaluasi menyeluruh terhadap proyek tersebut, termasuk mengevaluasi kinerja BWS Maluku Utara.

Selain itu, Usman juga meminta aparat penegak hukum, baik Kejaksaan maupun KPK, untuk tidak tinggal diam dan segera melakukan penyelidikan jika ditemukan indikasi penyimpangan dalam pelaksanaan proyek.

Lebih jauh, FORMAPAS Malut memastikan akan membawa persoalan ini ke ranah hukum nasional. Dalam waktu dekat, FORMAPAS akan mendatangi Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) dan Kejaksaan Agung Republik Indonesia (Kejagung RI) untuk membuat laporan resmi terkait dugaan penyimpangan dalam proyek sabo dam tersebut. Langkah ini diambil sebagai bentuk keseriusan dalam mengawal penggunaan anggaran negara agar tidak disalahgunakan.

“Jangan sampai publik melihat negara kalah oleh kontraktor. Jangan sampai institusi teknis seperti BWS justru menjadi tameng bagi kegagalan proyek. Jika ini dibiarkan, maka kepercayaan publik akan runtuh,” tutup Usman dengan nada tegas.

FORMAPAS Malut menegaskan akan terus mengawal kasus ini hingga ada kejelasan dan pertanggungjawaban yang nyata dari pihak-pihak terkait.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan
LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:43

Dinilai Mandul, GMNI Desak Kapolda Malut Turun Tangan Segel PETI di Halmahera Selatan

Berita Terbaru