Taliabu Cermin Kegagalan: UCJ Di Maluku Utara 

- Penulis Berita

Rabu, 22 Oktober 2025 - 12:30

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara di Jalan Gosale Puncak, Sofifi

Foto: Kantor Gubernur Provinsi Maluku Utara di Jalan Gosale Puncak, Sofifi

SOFIFI,Coretansatu.com — Upaya Pemerintah Provinsi Maluku Utara dalam mengejar target Universal Coverage Jaminan Sosial Ketenagakerjaan (UCJ) sepertinya menghadapi tantangan serius.

Data terbaru per 12 Oktober 2025 menunjukkan realisasi provinsi ini baru mencapai 66,90%, jauh di bawah target yang ditetapkan.

Keterpurukan itu terjadi di daerah Kabupaten Pulau Taliabu yang hanya mencatatkan 5,31% menjadi sorotan utama, menandai adanya jurang kinerja ekstrem yang menyoroti kegagalan intervensi di daerah terpencil.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Laporan ini dirilis di tengah pelaksanaan Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 8 Tahun 2025 tentang Optimalisasi Pengentasan Kemiskinan, mengungkap ketimpangan signifikan antar daerah.

Di satu sisi, Kota Ternate dan Halmahera Selatan berhasil melampaui target dengan capaian masing-masing 113,93% dan 109,43%. Di sisi lain, Pulau Taliabu menjadi representasi kegagalan program di wilayah yang lebih terpencil.

Kondisi ini lantas memicu pertanyaan tentang efektivitas koordinasi dan pembinaan lintas sektor. Meskipun terjadi peningkatan jumlah pekerja terdaftar sebanyak 5.084 orang sejak 15 September 2025 terutama dengan penambahan 1.261 pekerja di Halmahera Utara kenaikan ini tidak mampu menutupi dampak dari rendahnya cakupan di wilayah lain.

Para pekerja di sektor informal, seperti petani, nelayan, dan buruh harian lepas di Pulau Taliabu, yang seharusnya menjadi prioritas Inpres Nomor 8 Tahun 2025, masih sangat rentan dan belum terlindungi secara memadai.

Minimnya capaian di wilayah ini mengindikasikan perlunya evaluasi menyeluruh terhadap strategi implementasi program jaminan sosial.

Asisten II Bidang Ekonomi dan Administrasi Pembangunan Pemprov Maluku Utara, Ir. Sri Haryanti Hatari, dalam Rapat Monitoring dan Evaluasi UCJ 2025 di Ternate pada 8 Agustus 2025, telah menyoroti capaian awal yang mencapai 61% dari target provinsi.

Ia menegaskan kembali pentingnya kolaborasi dengan pemerintah kabupaten/kota untuk mencapai target pusat 68% dan target 2026 yang lebih ambisius, yaitu 332.354 pekerja.Tahun 2024.

“UCJ adalah wujud nyata kehadiran negara melindungi pekerja. Melalui rapat monev ini, kita membangun kolaborasi untuk memperluas cakupan BPJS Ketenagakerjaan, sekaligus mempercepat penghapusan kemiskinan ekstrem,” ujarnya

Namun, data terbaru menunjukkan bahwa meskipun upaya kolaborasi telah diintensifkan, hasilnya belum merata. Ketimpangan yang ekstrem ini mencerminkan tantangan besar dalam menjangkau dan mengintervensi masyarakat di daerah-daerah yang paling membutuhkan.

Program UCJ, yang juga sejalan dengan Instruksi Presiden No. 2 Tahun 2021 dan amanat UU No. 3 Tahun 2024, merupakan wujud nyata kehadiran negara untuk melindungi pekerja. Namun, bagi pekerja informal di daerah terpencil seperti Pulau Taliabu, perlindungan ini masih jauh dari kenyataan.

Pemerintah daerah dan BPJS Ketenagakerjaan kini dihadapkan pada tugas berat untuk merumuskan strategi baru yang lebih adaptif, menjangkau, dan efektif, agar program jaminan sosial dapat dinikmati oleh seluruh pekerja di Maluku Utara, bukan hanya di wilayah perkotaan.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Sumber Berita : Amat

Berita Terkait

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan
LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:43

Dinilai Mandul, GMNI Desak Kapolda Malut Turun Tangan Segel PETI di Halmahera Selatan

Berita Terbaru