Di Tengah Gema Takbir Idul Adha, Star Cave Karaoke Weda Tetap Beroperasi: Warga Sesalkan Lemahnya Pengawasan Aparat

- Penulis Berita

Rabu, 27 Mei 2026 - 14:19

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto: Star Cave Karaoke

Foto: Star Cave Karaoke

HALTENG,Coretansatu.com – Gema takbir yang berkumandang menyambut Hari Raya Idul Adha 1447 Hijriah / 2026 Masehi seharusnya menjadi penanda suasana sakral, damai, dan penuh kekhusyukan bagi seluruh umat Islam. Namun, suasana berbeda dan kontras justru terlihat di Kecamatan Weda, Kabupaten Halmahera Tengah. Alih-alih hening dan kondusif, malam hari besar keagamaan ini justru diramaikan dentuman musik dan hiruk-pikuk aktivitas tempat hiburan malam.

Salah satu yang menjadi sorotan publik adalah Star Cave Karaoke yang berlokasi di Desa Fidi Jaya, milik pengusaha yang akrab disapa Bos Rony. Di saat tempat hiburan seharusnya menghentikan sementara operasionalnya sebagai bentuk penghormatan terhadap nilai-nilai keagamaan, tempat usaha ini justru tetap beroperasi penuh dan tampak padat dikunjungi pengunjung.

Pantauan langsung awak media pada Rabu malam (27/5/2026), menunjukkan aktivitas di lokasi berjalan sangat hidup. Suara dentuman musik dan sorakan dari aktivitas karaoke terdengar jelas hingga ke luar pagar bangunan, memecah keheningan malam hari raya. Kendaraan roda dua maupun roda empat terlihat silih berganti keluar masuk lokasi, menandakan bahwa tempat hiburan ini tidak mengalami penurunan jumlah pengunjung, bahkan terlihat lebih ramai dari hari biasa.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Yang lebih disayangkan masyarakat, aktivitas hiburan malam tersebut ternyata sudah berlangsung sejak malam takbiran. Warga sekitar mengaku heran sekaligus kecewa, karena hingga puncak perayaan Idul Adha berlangsung, tidak terlihat ada tindakan penertiban, pembinaan, maupun peringatan dari pihak pemerintah daerah maupun aparat penegak hukum (APH).

“Saat malam takbiran saja tempat itu sudah ramai, sekarang malah lebih ramai lagi. Padahal ini momen hari besar umat Islam, momen yang sangat sakral. Harusnya ada rasa penghormatan dan pembatasan aktivitas seperti itu, tapi kenyataannya dibiarkan begitu saja,” ungkap salah satu warga yang meminta namanya tidak dipublikasikan, dengan nada kekecewaan.

Warga menilai, keberadaan tempat hiburan malam yang beroperasi bebas tanpa batasan di tengah hari raya keagamaan adalah cerminan dari lemahnya kepekaan sosial dan ketegasan aturan di daerah tersebut. Pemerintah daerah dan aparat dinilai belum cukup peka terhadap suasana keagamaan yang hidup di tengah masyarakat Halmahera Tengah.

Menurut pandangan warga, pembatasan operasional tempat hiburan di hari besar keagamaan bukan berarti melarang usaha, melainkan bentuk nyata toleransi dan penghormatan antarumat beragama. Ketidakhadiran aturan atau penegakan yang tegas dalam hal ini justru berpotensi memicu keresahan sosial dan menimbulkan kesenjangan rasa di masyarakat.

“Kalau pemerintah dan APH benar-benar serius menjaga keamanan, ketertiban, dan nilai-nilai agama, harusnya tempat hiburan malam ditutup sementara selama momentum Idul Adha. Tapi faktanya justru dibiarkan beroperasi sebebas-bebasnya,” keluh warga tersebut.

Lebih jauh, masyarakat menegaskan bahwa persoalan ini bukan sekadar soal tempat karaoke buka atau tutup, melainkan soal penghormatan terhadap suasana ibadah mayoritas warga. Jika hal seperti ini terus dibiarkan tanpa tindakan apa pun, dikhawatirkan ke depan masyarakat akan menilai pemerintah seolah menutup mata terhadap ketidaksesuaian yang terjadi di wilayahnya.

“Ini bukan sekadar soal karaoke buka atau tutup, tapi soal menghargai suasana ibadah umat Muslim. Kalau terus dibiarkan, masyarakat bisa menilai pemerintah tutup mata dan tidak peduli dengan nilai-nilai agama. Ini harus jadi perhatian serius,” tandasnya.

Hingga berita ini diterbitkan, awak media masih berupaya melakukan konfirmasi secara langsung kepada pemilik Star Cave Karaoke guna mendengarkan penjelasan dan tanggapan terkait kelanjutan operasional tempat hiburan di tengah suasana sakral Hari Raya Idul Adha tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Admin Coretansatu.com

Berita Terkait

Dugaan Tambang Galian C Ilegal di Sungai Waikop Halmahera Tengah Picu Polemik, BUMDes Ikut Terseret
Polres Halsel Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Wujudkan Polri Presisi
Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Anggota DPRD Haltim Latif Mole Bakal Dilaporkan ke DPP Gerindra
Jatah Minyak Tanah Yaba Diduga “Bocor”: Warga Tak Punya Kupon Dipersulit, Harga Disebut Tembus Rp8 Ribu
Dermaga Taman Kota Daruba Hancur dan Makan Korban, Pemda Morotai Jangan Tunggu Nyawa Melayang
Muhammad Abusama Tunjukkan Pramuka Sejati di Tengah Perjalanan
Dituding Makan Gaji Buta, Pelindo Ternate Rajin Tarik E-Pass Tapi Biarkan Dermaga Dangkal
Ngopi Bareng di Pantai Mongga, Kapolres Halsel Gandeng Komunitas Ojek Pejok Perkuat Sinergi Kamtibmas

Berita Terkait

Senin, 31 Agustus 2026 - 15:48

Dugaan Tambang Galian C Ilegal di Sungai Waikop Halmahera Tengah Picu Polemik, BUMDes Ikut Terseret

Senin, 31 Agustus 2026 - 04:59

Polres Halsel Gelar Maulid Nabi Muhammad SAW untuk Wujudkan Polri Presisi

Minggu, 30 Agustus 2026 - 13:45

Diduga Selingkuh dengan Istri Orang, Anggota DPRD Haltim Latif Mole Bakal Dilaporkan ke DPP Gerindra

Minggu, 30 Agustus 2026 - 11:18

Jatah Minyak Tanah Yaba Diduga “Bocor”: Warga Tak Punya Kupon Dipersulit, Harga Disebut Tembus Rp8 Ribu

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 09:16

Muhammad Abusama Tunjukkan Pramuka Sejati di Tengah Perjalanan

Sabtu, 29 Agustus 2026 - 06:55

Dituding Makan Gaji Buta, Pelindo Ternate Rajin Tarik E-Pass Tapi Biarkan Dermaga Dangkal

Jumat, 28 Agustus 2026 - 12:08

Ngopi Bareng di Pantai Mongga, Kapolres Halsel Gandeng Komunitas Ojek Pejok Perkuat Sinergi Kamtibmas

Jumat, 28 Agustus 2026 - 09:56

Jatah Warga Desa Yaba Raib, Minyak Tanah Subsidi di Halsel Diduga Dijual ke Luar Daerah

Berita Terbaru