Pembangunan Ruas Jalan Oleh BPJN Di Weda–Mafa–Matuting–Saketa, Diduga Gunakan Matrial Galian C Ilegal

- Penulis Berita

Minggu, 8 Februari 2026 - 06:27

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Foto, Pengambilan Matrial Oleh PT.Buli Bangun

Foto, Pengambilan Matrial Oleh PT.Buli Bangun

Maluku Utara,Coretansatu.com— Pembangunan preservasi ruas jalan nasional Weda–Mafa–Matuting–Saketa yang dikelola Balai Pelaksanaan Jalan Nasional (BPJN) Maluku Utara kini menuai sorotan publik.

Proyek bernilai besar yang dilaksanakan PT Buli Bangun dengan pelaksana lapangan Reny Laos tersebut diduga kuat memanfaatkan material Galian C ilegal.

Pelaksanaan jalan nasional yang dibiayai melalui Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) Tahun Anggaran 2025–2026 itu dinilai sarat kejanggalan, terutama terkait sumber material yang digunakan dalam pekerjaan fisik.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Pantauan media di Desa Saketa, Kecamatan Gane Barat, Kabupaten Halmahera Selatan, menunjukkan dua unit ekskavator berukuran besar tengah mengeruk sebuah bukit kecil hingga nyaris rata. Aktivitas tersebut diduga dilakukan tanpa mengantongi izin resmi.

Ironisnya, salah satu operator alat berat bernama Azi, yang ditemui awak media di lokasi, mengaku tidak mengetahui secara pasti siapa pemilik lahan yang dikeruk.

“Ada dua unit ekskavator di sini, satu milik pribadi saya dan satu lagi milik PT Buli Bangun. Material galian ini dibawa untuk pekerjaan jalan ruas Weda–Mafa–Matuting–Saketa yang dikerjakan oleh kontraktor Reny Laos,” ungkap Azi.

Keterangan tersebut diperkuat pengakuan warga sekitar area penggalian. Mereka menyebut aktivitas pengambilan material telah berlangsung cukup lama dan dilakukan secara rutin menggunakan dump truck menuju lokasi pekerjaan jalan nasional.

“Setahu kami, lokasi galian itu tidak memiliki izin. Tapi materialnya dipakai untuk pekerjaan jalan negara,” ujar seorang warga yang meminta identitasnya dirahasiakan.

Penggunaan material Galian C tanpa izin ini dinilai mencederai integritas pembangunan yang bersumber dari anggaran publik. Selain itu, aktivitas penggalian ilegal juga berpotensi menimbulkan kerusakan lingkungan di sekitar lokasi pengambilan material.

Sementara itu, pengawas lapangan yang akrab disapa Samsul, saat dikonfirmasi wartawan melalui pesan WhatsApp, membenarkan bahwa material dari lokasi tersebut digunakan dalam pekerjaan PT Buli Bangun.

“Material galian itu dibawa ke lokasi untuk difungsikan pada pekerjaan penurunan badan jalan dan pekerjaan racing,” singkatnya.

Sementara itu, kontraktor Reny Laos maupun pihak BPJN Maluku Utara masih dalam upaya konfirmasi wartawan terkait dugaan penggunaan Galian C ilegal tersebut.

Facebook Comments Box

Editor : Editor_Coretansatu

Sumber Berita : Taslim Barakati

Berita Terkait

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal
Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 
Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo
Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL
Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi
IMM Malut Desak Kapolda Evaluasi Kapolres Halsel Terkait Maraknya Tambang Emas Ilegal
PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan
LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Berita Terkait

Kamis, 25 Juni 2026 - 16:03

Kapolda Malut Didesak Copot Kapolres Halsel Terkait Pembiaran Tambang Emas Ilegal

Kamis, 25 Juni 2026 - 12:16

Terkait Isu Penjualan Tanah di Sumae, KNPI Halsel Sebut Tidak Ada Galian C dan Kaitan dengan Harita. Sefnat : Apresiasi untuk Polres yang Sudah Menangani 

Kamis, 25 Juni 2026 - 10:02

Diduga Selundupkan 5 Ton BBM Subsidi, Eks Anggota DPRD Halsel Lontarkan Kata Kasar ke Presiden Prabowo

Kamis, 25 Juni 2026 - 06:09

Bongkar Praktik Mafia BBM di Halsel: Oknum SPBUN Sayoang Diduga Suplai Solar ke Kapal Tangker EVEREST XL

Rabu, 24 Juni 2026 - 11:59

Lompatan Kasus HIV/AIDS di Maluku Utara: Halmahera Utara dan Ternate Jadi Episentrum Tertinggi

Selasa, 23 Juni 2026 - 16:48

PETI di Halsel Menjamur, Komitmen Kapolres Hendra Gunawan Dipertanyakan

Selasa, 23 Juni 2026 - 10:48

LKBHMI Desak Propam Turun Tangan Dugaan Kekerasan Kabag Ops Polres Ternate Dalam Pengamanan Aksi HMI Cabang Ternate

Selasa, 23 Juni 2026 - 07:43

Dinilai Mandul, GMNI Desak Kapolda Malut Turun Tangan Segel PETI di Halmahera Selatan

Berita Terbaru