FMN Cabang Ternate Gelar Aksi Peringati Hari Tani Nasional, Desak Pemkot Tuntaskan Masalah Pertanian dan Rakyat

- Penulis Berita

Rabu, 24 September 2025 - 09:16

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

Ternate, Coretansatu.Com – Jalan menuju Kantor Wali Kota Ternate pada Rabu (24/09/2025) dipadati massa mahasiswa yang tergabung dalam Front Mahasiswa Nasional (FMN) Cabang Ternate. Sejak pukul 10.00 WIT hingga menjelang petang pukul 16.40 WIT, mereka menggelar aksi memperingati Hari Tani Nasional dengan menyoroti problem struktural dan lokal yang hingga kini belum terjawab.

Dengan pengeras suara, spanduk tuntutan, dan orasi bergelombang, mahasiswa menegaskan posisi mereka: rakyat kecil, khususnya petani, tidak boleh terus dipinggirkan oleh kebijakan yang abai. Aldi Haris, Ketua FMN Cabang Ternate, memimpin langsung aksi ini bersama kawan-kawannya. Mereka menuding pemerintah kota lamban dalam merespons keluhan warga di sejumlah kelurahan, mulai dari Fora, Kastela, Rua, hingga Kalumata.
Tuntutan FMN terbagi dua: lokal dan nasional.

Secara lokal, mereka menegaskan dua poin utama: mendesak Pemkot segera membebaskan 11 masyarakat Maba Sangaji, serta menuntut penyelesaian serius atas masalah pertanian di Ternate.

ADVERTISEMENT

ads

SCROLL TO RESUME CONTENT

Sementara tuntutan nasional lebih tajam: mendesak pemerintah pusat menurunkan beban pajak rakyat (PTN, PBB, iuran, BPJS), mencabut UU Cipta Kerja, menolak Proyek Strategis Nasional yang dianggap merampas lahan rakyat, serta mewujudkan pendidikan ilmiah yang bebas dan berpihak pada rakyat.
Aksi yang berlangsung lebih dari enam jam itu kemudian ditutup dengan hearing antara mahasiswa dan perwakilan Pemkot Ternate. Thamrin Marsaoly, Kepala Dinas Pertanian Kota Ternate, hadir langsung menanggapi tuntutan FMN.

“Persoalan pertanian di beberapa kelurahan, seperti Fora, Kastela, Rua, dan Kalumata, akan segera kita dorong penyelesaiannya. Bahkan lahan reklamasi yang selama ini terbengkalai, bisa dimanfaatkan untuk meningkatkan sektor pertanian,” ujar Thamrin.

Ia juga mengakui problem nyata di lapangan. Petani di Kelurahan Fora, misalnya, belum mendapatkan subsidi pupuk dari pemerintah, meski wilayah itu banyak ditanami pala dan cengkeh. Di sisi lain, ketika panen, distribusi hasil pertanian tidak berjalan baik sehingga petani tidak lagi menebus hasil panen mereka. “Ini problem serius di dinas, tapi kami terus berupaya mencari solusi,” tegasnya.
Thamrin juga memastikan akan segera mengganti penyuluh pertanian di Kelurahan Kastela yang dinilai tidak maksimal dalam tugasnya.
Meski respons pemerintah terkesan menjanjikan, mahasiswa FMN menegaskan sikap mereka. “Kami tidak akan berhenti sebelum pemerintah benar-benar mengeksekusi tuntutan kami. Pertanian bukan sekadar slogan, tapi soal hidup rakyat,” pungkas Aldi Haris.

Facebook Comments Box

Editor : Admin.Coretansatu

Berita Terkait

Hanya Karena Tulisan “K3 Konstruksi”, Pokja III Maluku Utara Gugurkan Peserta Tender
Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M
Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi
Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan
Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan
Puskesmas Yaba Dinilai Tak Lagi Memadai, Warga Harap Bupati Bassam Prioritaskan Pembangunan
CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!
Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Berita Terkait

Jumat, 24 Juli 2026 - 15:21

Hanya Karena Tulisan “K3 Konstruksi”, Pokja III Maluku Utara Gugurkan Peserta Tender

Jumat, 24 Juli 2026 - 12:32

Saling Lempar Tanggung Jawab, Kakanwil Kemenag Malut dan PPK Tahan Proyek MIN Halbar Rp3,6 M

Jumat, 24 Juli 2026 - 07:35

Kelola 8 Bak Sianida, Usman Diduga Operasikan Kembali Tambang Ilegal Kusubibi

Rabu, 22 Juli 2026 - 08:09

Buntut Pembatalan Pemenang Proyek MIN Halbar Rp3,6 Miliar, Dugaan Intervensi Kakanwil Kemenag Malut Jadi Sorotan

Rabu, 22 Juli 2026 - 04:24

Polres Halsel Kantongi Hasil Visum Kasus Penganiayaan Guru PPPK, Tersangka Ditetapkan Pekan Depan

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:50

CV Abdi Nusantara Menang Tender MIN Halbar, Hendra Kariangan: Wajib Hukumnya Kontrak Dijalankan!

Selasa, 21 Juli 2026 - 07:17

Proyek MIN Halbar Rp3,6 M Mandek, Kakanwil Kemenag Malut Buka Suara Alasan Tender Ulang

Selasa, 21 Juli 2026 - 06:21

Amsar Bantah Jual BBM Subsidi, Bungkam Soal Penjualan Dexlite

Berita Terbaru