Janji Seleksi BBU FC Diduga Tinggal Isapan Jempol, Camat Saiful Disorot: Pecinta Sepak Bola BBU Merasa Dikhianati!

Foto Istimewa, Saiful Hasan, Camat Bacan Barat Utara

HALSEL,Coretansatu.com — Kekecewaan mendalam menyelimuti sejumlah pecinta sepak bola di Kecamatan Bacan Barat Utara, Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Mereka menyoroti janji Camat Bacan Barat Utara, Saiful Hasan, yang sebelumnya menyatakan bahwa seleksi terbuka calon pemain muda BBU FC akan digelar di tingkat kecamatan untuk menentukan pemain yang bakal memperkuat tim pada turnamen Bupati Cup Kabupaten Halmahera Selatan, Jumat/16/10/2026.

Janji yang sempat membangkitkan harapan para pecinta sepak bola tersebut kini dipertanyakan. Pasalnya, seleksi yang dinantikan untuk memberikan kesempatan kepada talenta-talenta muda di Bacan Barat Utara itu disebut tidak pernah terlaksana. Kondisi ini memicu kekecewaan sekaligus memunculkan pertanyaan serius mengenai komitmen pemerintah kecamatan dalam membangun sepak bola yang adil dan kompetitif.

Sejumlah pecinta sepak bola menilai, pernyataan Camat Saiful Hasan sebelumnya bukan sekadar ucapan biasa. Ketika seorang pejabat menyampaikan komitmen di hadapan masyarakat, sudah sepatutnya pernyataan tersebut ditindaklanjuti dengan langkah nyata, bukan justru berakhir tanpa kejelasan. Mereka mempertanyakan, jika seleksi memang telah dijanjikan, mengapa hingga kini mekanisme tersebut tidak diwujudkan sebagaimana yang diharapkan?

“Kami meminta Camat jangan memberikan harapan kepada kami para pecinta sepak bola apabila pada akhirnya tidak dilaksanakan. Dulu beliau dengan tegas menyampaikan di depan umum bahwa akan ada seleksi pemain muda BBU FC untuk Bupati Cup. Namun, kenyataannya seleksi itu tidak terlaksana,” ungkap mereka dengan nada kecewa.

Kekecewaan tersebut semakin menguat setelah mereka mengaku melihat adanya aktivitas pemerintah desa yang mendatangi rumah warga dari pintu ke pintu untuk meminta kartu keluarga (KK), yang menurut dugaan mereka berkaitan dengan pendataan atau penentuan pemain muda yang akan memperkuat BBU FC. Praktik tersebut menimbulkan tanda tanya mengenai bagaimana proses pemilihan pemain sebenarnya dilakukan dan kriteria apa yang menjadi dasar penentuannya.

Lebih jauh, para pecinta sepak bola menduga adanya arahan dari Camat kepada kepala-kepala desa agar memilih figur atau pemain masing-masing yang nantinya tampil dalam turnamen Bupati Cup. Dugaan ini perlu dijelaskan secara terbuka oleh pihak kecamatan agar tidak berkembang menjadi polemik berkepanjangan. Hingga kini, dugaan tersebut masih berupa pernyataan pihak yang mengkritik dan belum dapat dianggap sebagai fakta yang telah terverifikasi.

Bagi mereka, persoalan ini bukan semata-mata tentang siapa yang terpilih masuk dalam skuad BBU FC. Persoalan utamanya adalah kesempatan yang setara bagi seluruh pemain muda berbakat di Kecamatan Bacan Barat Utara. Tanpa seleksi yang terbuka dan terukur, mereka khawatir ada talenta-talenta potensial yang justru tersisih sebelum mendapat kesempatan menunjukkan kemampuan di lapangan.

Mereka menegaskan, apabila pemerintah kecamatan dan pemerintah desa benar-benar ingin membawa nama Bacan Barat Utara bersaing dalam Bupati Cup, maka proses pembentukan tim semestinya dilakukan secara profesional. Seleksi terbuka dengan kriteria yang jelas, pelatih atau tim penilai yang kompeten, serta kesempatan yang sama bagi seluruh pemain merupakan langkah yang dinilai lebih tepat dibandingkan proses pemilihan yang tidak disertai penjelasan kepada publik.

Para pecinta sepak bola juga mengingatkan bahwa BBU FC bukan milik kelompok tertentu ataupun segelintir orang. Tim tersebut membawa nama Kecamatan Bacan Barat Utara, sehingga proses perekrutan pemain semestinya mencerminkan semangat persatuan dan kebanggaan masyarakat. Jika kesempatan hanya dipersepsikan diberikan kepada pihak-pihak tertentu, kepercayaan publik terhadap proses pembentukan tim dikhawatirkan semakin menurun.

Atas persoalan tersebut, mereka mendesak Camat Saiful Hasan bersama seluruh kepala desa di Kecamatan Bacan Barat Utara untuk memberikan penjelasan terbuka mengenai mekanisme perekrutan pemain BBU FC. Mereka juga meminta agar pemerintah kecamatan mengevaluasi kembali proses yang sedang berjalan dan, apabila masih memungkinkan, menggelar seleksi terbuka agar seluruh pemain muda mendapatkan kesempatan yang adil untuk membuktikan kemampuan mereka.

Kini, masyarakat menanti jawaban nyata dari Camat Saiful Hasan: apakah janji seleksi pemain muda BBU FC akan benar-benar diwujudkan, atau justru dibiarkan menjadi kekecewaan yang membekas di kalangan pecinta sepak bola? Di tengah harapan untuk melihat talenta lokal bersinar di Bupati Cup, transparansi dan keadilan menjadi tuntutan yang tidak semestinya diabaikan. Sebab, sepak bola bukan hanya soal siapa yang bermain, melainkan juga tentang bagaimana kesempatan diberikan secara adil kepada mereka yang ingin berjuang membawa nama daerah.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Belum ada komentar disini
Jadilah yang pertama berkomentar disini
Tutup