Saiful Hasan Siap Bertarung di Musyawarah III IKB Makayoa, Bidik Kursi Ketua Periode 2026–2031
HALSEL,Coretansatu.com — Saiful Hasan, S.Ag., M.Pd., menyatakan kesiapannya untuk bertarung dalam Musyawarah III Ikatan Keluarga Besar Makean-Kayoa (IKB Makayoa) Kabupaten Halmahera Selatan, Maluku Utara. Ia diproyeksikan menjadi salah satu figur yang siap bersaing memperebutkan posisi Ketua IKB Makayoa untuk periode 2026–2031, Sabtu/17/10/2026.
Kesiapan Saiful Hasan maju dalam kontestasi tersebut menjadi perhatian menjelang pelaksanaan musyawarah organisasi keluarga besar Makean-Kayoa. Forum ini dipandang sebagai momentum penting untuk menentukan arah kepemimpinan sekaligus memperkuat persatuan, solidaritas, dan kebersamaan di antara anggota IKB Makayoa.
Saiful Hasan bukan sosok yang asing dalam lingkungan pemerintahan daerah. Ia diketahui menjabat sebagai Camat Bacan Barat Utara dan sekaligus Ketua Asosiasi Camat Kabupaten Halmahera Selatan. Pengalaman tersebut menjadi bagian dari latar belakang dirinya dalam menapaki kontestasi kepemimpinan organisasi IKB Makayoa.
Keikutsertaan Saiful Hasan dalam bursa calon ketua diharapkan dapat menghadirkan gagasan dan semangat baru bagi organisasi. Namun, kepemimpinan IKB Makayoa tidak hanya membutuhkan figur yang memiliki pengalaman, tetapi juga sosok yang mampu merangkul seluruh elemen keluarga besar Makean-Kayoa tanpa membedakan latar belakang maupun kepentingan.
Bagi keluarga besar Makayoa, musyawarah bukan sekadar agenda pergantian kepemimpinan. Lebih dari itu, forum tersebut menjadi ruang untuk mempererat tali persaudaraan, menyatukan pandangan, serta merumuskan langkah strategis bagi kemajuan organisasi dan kontribusinya terhadap masyarakat Halmahera Selatan.
Dalam materi pencalonannya, Saiful Hasan mengusung slogan, “Bersatu dalam Kekeluargaan, Bergerak dalam Kebersamaan, dan Berkarya untuk Kemajuan Makayoa di Bumi Saruma.” Slogan tersebut menonjolkan pentingnya persatuan dan semangat gotong royong sebagai landasan untuk membangun organisasi yang lebih solid dan berdaya guna.
Dinamika menjelang Musyawarah III IKB Makayoa pun diharapkan berlangsung secara demokratis, terbuka, dan menjunjung tinggi nilai-nilai kekeluargaan. Setiap calon memiliki kesempatan untuk menyampaikan visi dan gagasan, sementara keputusan akhir mengenai kepemimpinan tetap ditentukan oleh peserta musyawarah sesuai mekanisme organisasi.
Dengan kesiapannya maju sebagai calon ketua, Saiful Hasan kini menempatkan dirinya dalam dinamika perebutan kepemimpinan IKB Makayoa periode 2026–2031. Tantangan utamanya adalah bagaimana menawarkan gagasan yang konkret, membangun kepercayaan anggota, serta menghadirkan program yang dapat dirasakan manfaatnya oleh seluruh keluarga besar Makayoa.
Musyawarah III IKB Makayoa diharapkan melahirkan pemimpin yang tidak hanya mampu menjaga persatuan, tetapi juga menggerakkan organisasi agar semakin aktif dalam kegiatan sosial, memperkuat hubungan kekeluargaan, dan berkontribusi bagi pembangunan daerah. Pada akhirnya, keberhasilan musyawarah tidak hanya diukur dari terpilihnya seorang ketua, tetapi juga dari kuatnya komitmen bersama untuk memajukan Makayoa di Bumi Saruma.

Tinggalkan Balasan